LUWUK TIMES, Luwuk — Perkumpulan Anak Maros Indonesia Dewan Pengurus Cabang (PA’MAI DPC) Kabupaten Banggai kini resmi mengantongi legaliasi keberadaan organisasi dari pemerintah daerah.
Kepastian ini diperoleh setelah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banggai menerbitkan surat tanggapan laporan keberadaan ormas bertanggal 22 Oktober 2026.
Surat bernomor 200.1.4.4/470/kesbangpol yang ditandatangani Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Banggai, Rudi Purwana K. Bullah, S.Sos., tersebut menjadi angin segar bagi perjalanan PA’MAI di Tanah Babasalan sejak awal dibentuk pada Juli 2024 lalu.
Sekretaris DPC PA’MAI Banggai, Indra, menyampaikan bahwa penerbitan legalitas ini merupakan hasil komunikasi intensif dengan Pengurus Pusat (DPP PA’MAI) di Jakarta yang sebelumnya menetapkan Surat Keputusan (SK) personalia pengurus cabang pada Agustus 2024.
Pendaftaran ke Kesbangpol dilakukan demi mematuhi UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.
“Kami berharap keberadaan PA’MAI DPC Banggai diterima hangat oleh seluruh elemen masyarakat. Sesuai motto kami, Kekeluargaan dan Gotong Royong, kami memegang teguh falsafah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” ujar Indra.
Indra menegaskan, paguyuban yang bersekretariat di Jalan Sugiono No. 1 Kelurahan Luwuk ini siap berkolaborasi dengan ormas lain maupun pemerintah daerah, baik pada sektor seni budaya, adat istiadat, hingga kegiatan keagamaan.
Di samping itu, kontribusi nyata pada pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah juga menjadi fokus para pedagang serta pekerja asal Maros di Banggai.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPC PA’MAI Banggai, Hi. Muh. Saleh, mengungkapkan bahwa program kerja utama organisasi akan difokuskan pada tiga pilar: ekonomi kerakyatan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Ia pun mengajak seluruh warga perantauan Maros untuk terus menjaga keharmonisan dengan masyarakat lokal, khususnya suku asli Banggai, Balantak, Saluan, dan Andio (Babasalan).
“Jadikan saudara-saudara kita dari etnis Babasalan sebagai panutan dan contoh baik dalam membangun daerah ini bersama-sama. Bagi warga Maros di Kabupaten Banggai yang belum terdaftar, mari kita saling merangkul dan bergandengan tangan dalam satu wadah untuk membangun Kabupaten Banggai yang kita cintai,” imbau Hi. Muh. Saleh.
Kesbangpol Banggai Beri Apresiasi
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Banggai, Rudi K. Bullah, memberikan apresiasi positif atas pendaftaran dan kehadiran resmi organisasi perkumpulan Anak Maros Indonesia di Bumi Babasal (Banggai).
Menurutnya, keberadaan berbagai paguyuban suku bangsa merupakan bagian dari keluarga besar masyarakat Kabupaten Banggai yang tidak terpisahkan sekaligus menjadi bagian penting dari program kerja Kesbangpol.
Hal tersebut diungkapkan Rudi K. Bullah saat memberikan keterangan terkait keberadaan organisasi kemasyarakatan dan paguyuban di daerah ini.
“Bagi kami, semua suku bangsa yang ada di Indonesia adalah bagian dari keluarga besar di Kabupaten Banggai, merupakan satu kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan, dan itu juga bagian dari program kerja kami,” ujar Rudi.
Ia meyakini, kehadiran organisasi Anak Maros Indonesia akan mampu menjembatani aspirasi warga perantauan asal Maros untuk bersama-sama membangun Kabupaten Banggai ke arah yang lebih baik.
Mampu Berbaur dan Perkaya Khasanah Budaya
Menanggapi dinamika budaya dan etnis, Rudi menolak istilah “nasihat”, melainkan memandangnya sebagai ruang berbagi pandangan. Ia bersyukur karena warga asal Maros di Kabupaten Banggai selama ini dikenal sangat baik dalam berbaur dengan masyarakat lokal.
“Warga Maros di Kabupaten Banggai alhamdulillah mampu berbaur sampai hari ini. Itu suatu bentuk kesyukuran bagi kami, karena memperkaya khasanah budaya, memperkaya adat istiadat, dan memperkaya wawasan berpikir kita,” tambahnya.
Ia menekankan agar ikatan kekeluargaan antarsuku ini terus dijaga melalui sikap saling menyayangi, tetap solid, serta senantiasa bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai dalam menjaga stabilitas dan keamanan daerah.
Dorong Pengentasan Kemiskinan dan Sektor Ekonomi
Selain aspek sosial dan budaya, Rudi juga menyoroti peran strategis sektor ekonomi kerakyatan. Ia berharap usaha yang digeluti oleh warga perantauan, termasuk dari Maros, dapat terus berkembang sehingga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Banggai.
“Bagaimana saudara-saudara kita dari Maros usahanya bisa menjadi lebih besar. Dari kesuksesan ini pasti akan merekrut tenaga kerja baru. Yang tadinya mungkin merekrut dua orang, saat usahanya berkembang bisa lima, sepuluh, hingga lima belas orang. Dampaknya apa? Pengentasan kemiskinan,” urai Rudi.
Imbauan Jaga Stabilitas, Tangkal Hoaks, dan Utamakan Koordinasi
Dalam kesempatan itu, Rudi juga berpesan agar seluruh elemen masyarakat, khususnya ormas dan paguyuban, senantiasa waspada terhadap potensi penyebaran informasi bohong atau hoaks yang kerap memperkeruh situasi.
“Hoaks ini kadang satu meter bisa jadi sepuluh meter. Koordinasi yang baik sangat penting jika ada hal-hal yang berkembang di tengah masyarakat. Mari kita deteksi bersama sebelum melebar. Kalau orang bilang, sebelum ada asap, langsung koordinasi ke kami agar kita bisa meredam semua persoalan yang muncul,” tegasnya.
Pesan untuk Ormas yang Belum Terdaftar
Menanggapi maraknya pertumbuhan organisasi kemasyarakatan dan berbagai rumpun paguyuban di Kabupaten Banggai, Rudi mengimbau agar ormas yang belum melaporkan diri atau mendaftarkan keberadaannya ke Kesbangpol untuk segera mengikuti mekanisme formal yang berlaku.
“Paling bagus kalau sudah tertata. Tetapi harus diingat, untuk mendaftarkan itu ada mekanisme dan persyaratan yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Ia juga berharap seluruh ormas dan kerukunan di Kabupaten Banggai, termasuk Anak Maros Indonesia, dapat terus berkolaborasi, menjaga kerukunan, serta fokus pada pemberdayaan anggota termasuk di bidang pendidikan dan pengembangan potensi generasi muda yang unggul.
“Harapan kami ke depan, organisasi tidak hanya sukses dari sisi kelembagaannya saja, tetapi juga bagaimana memberdayakan masyarakat, termasuk di sisi pendidikan bagi anak-anak kita yang cerdas dan unggul untuk diayomi melalui ruang-ruang yang tersedia,” pungkasnya. *
Reporter Sofyan Labolo












