Iklan

Tips

Tensi Tinggi Bisa Menyebabkan Stroke, Ini 8 Cara Mengatasinya

1
×

Tensi Tinggi Bisa Menyebabkan Stroke, Ini 8 Cara Mengatasinya

Sebarkan artikel ini
Cara mengatasi tensi tinggi dengan tepat dan aman. (Foto: alodokter)

TENSI tinggi bisa menimbulkan beragam gejala, antara lain sakit kepala hebat, pandangan kabur, hingga mimisan. Jika dibiarkan tensi tinggi bahkan bisa menyebabkan stroke. Oleh karena itu penting untuk mengetahui cara mengatasi tensi tinggi yang akan dijelaskan lebih lanjut di artikel ini.

Dilansir Alodokter.com, seseorang dikatakan mengalami tensi tinggi jika tekanan darahnya ada di atas 130/80 mmHg. Tensi tinggi dikenal juga dengan istilah hipertensi. Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami tensi tinggi, mulai dari pertambahan usia, pola hidup, hingga kondisi kesehatan tertentu, misalnya penyakit ginjal atau penyakit jantung.

Cara Mengatasi Tensi Tinggi

Salah satu cara mengatasi tensi tinggi adalah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Saat mengalami tensi tinggi, seseorang harus lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, olahraga yang harus dijalani, dan kebiasaan-kebiasaan tidak sehat, seperti merokok atau begadang yang harus ditinggalkan.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini cara mengatasi tensi tinggi yang dapat kamu lakukan:

1. Batasi makanan tinggi garam

Konsumsi makanan tinggi garam dapat mengikat banyak air dan meningkatkan volume darah, sehingga tekanan darah menjadi tinggi. Untuk mengatasinya, batasilah makanan tinggi garam. Batas konsumsi garam perharinya dibatasi hanya sekitar tidak lebih dari 1 sendok teh.

Baca:  Perkembangan Bayi 2 Bulan, Bisa Tersenyum dan Tertawa Kecil

Untuk menyiasati rasa pada masakan, kamu bisa mengganti garam dengan bumbu atau rempah untuk menambah cita rasa masakan.

Tidak hanya saat memasak, untuk membatasi asupan garam, cermatlah untuk membaca label pada kemasan makanan atau minuman dan pastikan kandungan garamnya rendah. Selain itu, hindari makanan olahan karena biasanya mengandung banyak garam.

2. Konsumsi makanan dan minuman tinggi kalium

Di dalam tubuh, kalium berperan untuk mengeluarkan garam yang berlebih melalui urin dan membantu agar otot di dinding pembuluh darah lebih relaks. Kedua mekanisme ini akan membantu mengatasi tensi tinggi.

Oleh karena itu, kamu bisa mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kalium, sebagai upaya untuk mengatasi tensi tinggi. Contoh makanan dan minuman berkalium tinggi adalah kentang, tomat, bayam, semangka, pisang, kacang merah, susu, atau yoghurt.

3. Batasi asupan gula dan karbohidrat olahan

Konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan bisa menyebabkan peningkatan berat badan. Jika dibiarkan terus menerus, hal ini bisa menyebabkan obesitas yang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah.

Penyakit jantung dan pembuluh darah juga bisa menyebabkan tensi tinggi. Oleh karena itu, batasilah asupan makanan manis dan karbohidrat olahan untuk menjaga agar berat badan tetap ideal. Sehingga menurunkan risiko terjadinya tensi tinggi.

4. Berolahraga dengan rutin

Berolahraga bisa membantu proses penurunan tekanan darah. Pastikan olahraga dilakukan dengan rutin, minimal 30 dalam sehari, agar tensi tidak kembali meningkat. Pilihan olahraga yang cocok untuk menurunkan tensi adalah berjalan kaki, jogging, berenang, atau bersepeda.

5. Tidur yang cukup

Kebiasaan begadang dan kualitas tidur yang buruk bisa menyebabkan tensi tinggi. Jika dibiarkan, kurangnya waktu cukup tidur bisa semakin memperparah kondisi ini. Oleh karena itu, pastikan kamu tidur yang cukup setiap malamnya. Untuk membantumu lebih nyaman dan nyenyak, usahakan untuk membuat ruangan tidurmu tetap sejuk dan tenang.

6. Kelola stres dengan baik

Nggak pernah berusaha mengelola stres dengan baik? Jangan heran kalau tensimu tinggi. Untuk mengatasinya, temukanlah cara positif dalam mengelola stres.

Misalnya, lakukan hobi yang disukai, seperti memasak, berkebun, atau membaca buku. Selain itu, hangout dengan teman-teman dan mengembangkan sikap bersyukur terhadap setiap hal yang kamu miliki dalam hidup juga bisa meredakan stres, lho.

Baca:  Ciri-Ciri dan Penanganan Bintik Demam Berdarah

7. Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol

Kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol merupakan faktor risiko hipertensi yang sering banget nih terjadi. Nah, biar tensi tetap normal dan terhindari risiko kesehatan lainnya, yuk hentikan kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol.

8. Konsumsi obat-obatan

Mengonsumsi obat antihipertensi sesuai anjuran dokter juga menjadi cara mengatasi tensi tinggi, ya. Sembari mengonsumsi obat, penderita tensi tinggi perlu melakukan perubahan gaya hidup dan cara yang telah disebutkan sebelumnya, supaya penurunan tensi lebih optimal. Pastikan minum obat sesuai dengan dosis dan anjuran dari dokter, ya.

Dengan melakukan cara-cara di atas, tensi tinggi dapat teratasi dan risiko komplikasi bisa dihindarkan. Kalau kamu sudah terdiagnosis hipertensi, lakukanlah pemeriksaan tekanan darah secara rutin, ya. Kamu bisa lakukan sendiri di rumah dengan tensimeter.

Selain itu, kamu juga meminta rekomendasi dari dokter terkait pola hidup yang sesuai dengan kondisi kesehatanmu. *

Baca: Ciri-Ciri dan Penanganan Bintik Demam Berdarah

Alodokter.com