
Selanjutnya mereka ke arah sungai yang ada pada bagian belakang rumah, dengan jarak sekitar 100 meter.
Disana mereka menemukan baju milik suaminya, yaitu kemeja lengan panjang warna biru dongker kombinasi kotak kotak. Pakaian yang ditemukan itu posisi tergantung pada pelepah pohon kelapa setinggi 1 meter. Elista terus saja mencari pada seputaran sungai. Namun keberadaan suaminya tidak ditemukan.
Karena tak kunjung ditemukan, Elista akhirnya melaporkan kejadian ini kepada kepala Desa Ondo Ondolu 1.
Menurut Kapolsek Batui, sebagaimana pengakuan Elista bahwa hubungan rumah tangganya dalam kondisi baik. Hanya saja dua bulan terakhir, suaminya sering mengeluh tentang kondisi kesehatannya.
“Korban menderita penyakit gula, mata rabun, kolesterol, asam lambung, asma urat dan sakit gigi,” kata Kapolsek Batui mengutip pernyataan istri korban.
Bahkan pengakuan Elista, meskipun menderita penyakit komplikasi, namun suaminya itu tidak pernah ada upaya bunuh diri.
Hanya saja, Elista membenarkan ada pisau dapur hilang, yang disimpannya dalam loyang dapurnya. Akan tetapi dia tidak dapat memastikan, apakah pisau tersebut hilang karena dibawa suaminya atau sebab lainnya.
Dalam kesehariannya, Arif disibukan dengan mengurus kebun dan ternak sapinya. Ia jarang berkomunikasi dengan masyarakat Desa Ondo Ondolu 1. Terlebih lagi pernah berselisih paham dengan warga setempat. *
(yan)
Discussion about this post