Close

Ratusan Hektare Lahan di Banggai Membara Sepanjang Musim Kering, BPBD Perkuat Barisan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Sofyan75 dilihat
Personel TRC BPBD Kabupaten Banggai
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Banggai — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Banggai selama beberapa bulan terakhir menjadi ujian serius bagi keselamatan lingkungan dan warga.

Sepanjang periode 10 Juli hingga 31 Oktober 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai mencatat angka yang cukup mengkhawatirkan. Sebanyak 123 kejadian Karhutla telah melanda setidaknya 15 kecamatan di wilayah ini.

Kepala BPBD Kabupaten Banggai, Moh. Rifai Mahiwa, kepada Luwuk Times, Minggu (01/11/2026) mengungkapkan, dari ratusan insiden tersebut, akumulasi luasan lahan yang berhasil didata dan dicatat mencapai kurang lebih 431 hektare.

“Angka 431 hektare ini merupakan akumulasi dari laporan di lapangan yang berhasil kami dokumentasikan. Tentu ini belum bisa dianggap sebagai total mutlak, mengingat ada sejumlah kejadian yang tidak menyertakan rincian luasan terdampak secara pasti,” terang Moh. Rifai Mahiwa.

Pagimana dan Luwuk Utara Tertinggi

Berdasarkan peta rekapitulasi data BPBD Banggai, gelombang Karhutla tersebar secara masif di berbagai wilayah. Namun, ada beberapa titik yang mencatatkan frekuensi kejadian paling tinggi:

Kecamatan Pagimana 29 kejadian, Kecamatan Luwuk Utara 24 kejadian, Kecamatan Bualemo 18 kejadian, Kecamatan Nuhon 15 kejadian dan Kecamatan Luwuk Selatan: 11 kejadian.

Kombinasi cuaca panas dan kering yang ekstrem, vegetasi yang mudah tersulut api, serta tiupan angin kencang di lapangan membuat api kerap menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan.

Selain faktor alam, aktivitas pembakaran sampah serta pembersihan lahan (land clearing) dengan cara dibakar masih menjadi pemicu utama yang disoroti oleh pihak berwenang.

Gotong Royong Tanggap Darurat dan Perkuatan Armada

Menghadapi masifnya ancaman tersebut, penanganan di lapangan tidak hanya bergantung pada satu instansi semata.

Dari total 123 kejadian, sebanyak 63 insiden berhasil diredam secara mandiri oleh kesadaran pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, bersama partisipasi aktif masyarakat.

Sementara itu, 55 kejadian ditangani langsung oleh tim reaksi cepat BPBD, dan 5 kejadian sisanya masih dalam pemantauan ketat.

Sinergi solid juga ditunjukkan oleh unsur TNI, Polri, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga pemerintah desa dan warga setempat. Mereka bahu-membahu melakukan asesmen, pemantauan titik panas (hotspot), pemadaman langsung, hingga pembuatan sekat bakar guna memutus jalur api.

Upaya ini didukung oleh pengerahan sarana operasional yang disiagakan secara maksimal, meliputi 2 unit mobil pemadam kebakaran, 2 unit mobil tangki air (BPBD dan Damkar) dan 1 unit kendaraan operasional rescue BPBD, serta peralatan pendukung seperti sprayer elektrik dan perangkat pemadaman manual.

Pencegahan Langkah Terbaik

Melihat kondisi cuaca yang masih dinamis, Kepala BPBD Banggai Moh. Rifai Mahiwa menegaskan bahwa kunci utama penanggulangan Karhutla terletak pada kesadaran kolektif masyarakat untuk mencegah terjadinya api sejak dini.

Pihaknya mengimbau seluruh warga Kabupaten Banggai untuk mematuhi poin-poin penting berikut.

Menghentikan kebiasaan membakar sampah secara terbuka di pekarangan atau lahan kosong.

Menghindari pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar.

Tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang ditumbuhi rumput atau ilalang kering.

Meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi percikan api di tengah musim panas dan kering.

Segera melapor kepada aparat desa, kelurahan, atau petugas terkait apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran sekecil apa pun di lingkungan sekitar.

“Mari bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan lahan di Kabupaten Banggai. Jangan membakar, cegah Karhutla, dan jadilah bagian dari garda terdepan dalam perlindungan lingkungan serta keselamatan bersama,” pungkasnya. *

Sumber BPBD Banggai – Editor Sofyan Labolo

Pasang Iklan Anda Disini_1