Air Mata di Ujung Ramadan: Hangatnya Perpisahan dan Harapan Baru di Dinas Sosial Banggai

oleh -115 Dilihat
oleh
Para ASN di Dinas Sosial Kabupaten Banggai foto bersama pada momentum bukber, Selasa (17/3/2026).

LUWUK TIMES— Senja itu tak sekadar menghadirkan waktu berbuka. Di Hotel Kota Luwuk, Selasa (17/3/2026), suasana berubah menjadi ruang penuh kenangan, haru, dan doa yang mengalir diam-diam di antara kebersamaan keluarga besar Dinas Sosial Kabupaten Banggai.

Buka puasa bersama yang digelar bukan hanya menjadi ajang silaturahmi Ramadan. Lebih dari itu, momen ini menjelma sebagai titik pertemuan antara perpisahan dan harapan baru, dirangkai dengan serah terima jabatan (sertijab) Kepala Dinas Sosial serta pengantar purna tugas Made Brata, mantan Sekretaris Dinsos.

Seluruh jajaran hadir. Mulai dari Plt Kepala Dinas Sosial Hj. Nurdjalal Amir, SH, Kepala Badan Kesbangpol Rudy K. Bullah yang juga mantan Kadis Sosial, hingga para kepala bidang dan staf.

Baca Juga:  Kadis Sosial Banggai: Jika Melanggar Aturan, Penerima dan Pendamping Bantuan UEP Berdampak Hukum

Namun, di balik kehadiran itu, tersimpan rasa yang sama: berat untuk melepas, namun ikhlas untuk merelakan.

Dalam sambutannya, Made Brata tak mampu menyembunyikan getaran emosinya.

Dengan suara yang sesekali tertahan, ia mengenang perjalanan panjang pengabdiannya tentang kerja keras, canda tawa, hingga dinamika yang justru mempererat kebersamaan.

“Kalau boleh jujur, saya sebenarnya belum siap berpisah,” ucapnya lirih.

Bagi Made, Dinas Sosial bukan sekadar tempat bekerja. Ia adalah rumah kedua, tempat tumbuhnya persaudaraan yang tak tergantikan.

Permohonan Maaf

Ia pun menyampaikan permohonan maaf, menyadari bahwa dalam perjalanan panjang itu, tak luput dari kekhilafan.

Baca Juga:  Kemensos RI Melalui Sentra Nipotowe di Palu Respon Kasus Rudapaksa Terhadap Disabilitas di Luwuk

“Saya manusia biasa, tentu banyak kekurangan. Untuk itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tuturnya dengan penuh ketulusan.

Suasana semakin menyentuh saat Rudy K. Bullah turut memberikan sambutan.

Ia menggambarkan Dinas Sosial sebagai tempat lahirnya hubungan yang melampaui sekadar rekan kerja.

“Orang-orang terbaik yang pernah saya temani di sini sudah menjadi sahabat. Apa yang kita lalui bersama, baik suka maupun duka, semuanya karena rasa sayang,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan tentang dedikasi luar biasa para pegawai yang sering kali bekerja tanpa mengenal waktu demi melayani masyarakat, bahkan hingga larut malam.

Baca Juga:  Dinsos Banggai Beri Pembekalan 65 Pelaku Usaha Penerima Program UEP

“Itu semua adalah bentuk tanggung jawab dan kepedulian kita,” tambahnya.

Di penghujung acara, tak ada kata yang benar-benar mampu menggambarkan perasaan yang ada.

Senyum dan air mata berbaur, menjadi saksi bahwa kebersamaan yang terjalin bukanlah sesuatu yang mudah dilupakan.

Buka puasa itu pun menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan. Ia menjelma menjadi penanda, bahwa setiap perpisahan selalu menyisakan jejak kasih, dan setiap akhir akan membuka jalan bagi awal yang baru. *

Editor Sofyan Labolo

No More Posts Available.

No more pages to load.