LUWUK TIMES, Batui Selatan – Keluhan masyarakat mengenai pekatnya bau dan asap dari truk pengangkut kondensat mendapat perhatian serius dari Pemkab Banggai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banggai, Andi Rustam Dj. H. Pettasiri, S.STP., M.Si, secara terbuka mengakui dampak buruk operasional armada tersebut terhadap kesehatan warga maupun pengguna jalan.
Pengakuan itu disampaikan Rustam saat menghadiri Sosialisasi Rencana Tanggap Darurat Kebencanaan yang diselenggarakan JOB Tomori Sulawesi di Balai Desa Maasing Kecamatan Batui Selatan, Selasa (18/08/2026).
“Berada di belakang mobil pengangkut itu sekitar lima menit saja sudah cukup membuat pengendara merasa pusing dan mual,” aku Rustam memvalidasi keresahan yang selama ini dirasakan warga.
Tak ingin tinggal diam, Rustam yang baru menjabat selama 12 hari sebagai Kepala DLH Banggai ini langsung mengambil langkah cepat.
Ia mengaku telah menginstruksikan Kabid Pencemaran Lingkungan untuk turun ke lapangan. Bahkan berencana memimpin langsung sidak bersama tim DLH dan Komisi DPRD Banggai ke wilayah Dapil 4.
Ia juga menegaskan bahwa dalam pengawasannya, DLH Banggai akan berfokus pada dua hal utama.
Pertama, penanganan limbah B3. Ia ingin memastikan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun berjalan sesuai regulasi tanpa merusak lingkungan sekitar.
Dan kedua, solusi jalur pengangkutan. Kata Kadis Lingkungan Hidup Banggai, pihaknya akan mendorong hadirnya jalur alternatif bagi truk kondensat.
Jika jalur khusus belum memungkinkan, operasional pengangkutan wajib digeser ke jam-jam sepi untuk meminimalisir risiko kesehatan dan menghindari kemacetan.
Sambil terus memetakan potensi persoalan lingkungan secara menyeluruh di masa awal jabatannya, Rustam mengimbau seluruh pihak untuk saling bahu-membahu.
Ia meminta dukungan penuh dari para kepala desa hingga warga Batui dan sekitarnya agar DLH dapat mengawal kasus ini hingga tuntas. *
Reporter Sofyan Labolo










