

Tahap pembangunanya mulai tahun 2022 dengan dana Rp. 9,6 miliar (sedang pengerjaan). Tahap kedua (2023) Rp 34 miliar dan tahap tiga (2024) sebesar Rp 20,4 miliar.
Kabupaten Lain
Ia menjelaskan, tidak hanya poros Siuna-Bualemo, Pemprov Sulteng juga menganggarkan poros jalan lain yang tersebar pada beberapa kabupaten se- Sulteng.
Pembiayaan sistem multiyears yang tertuang dalam nota kesepakatan gubernur dan DPRD Sulteng ini lanjut Suryanto, bertujuan memberikan kepastian.
Arah, target, sasaran dan tahapan penyelesaian kegiatan pembangunan yang tak bisa tercapai pada jangka waktu tertentu.
Utamaya dalam hal keterbatasan kesiapan biaya. Maksud lain dari nota kesepakatan ini juga untuk memberikan kepastian sumber pembiayaan pembangun yang tersepakati.
“Semua tertuang dalam pasal nota kesepakatan ini. Antara gubernur dan DPRD Sulteng,” tandasnya.
Adapun poros jalan yang masuk pada sistem pembiayaan multiyear antara lain, rekontruksi jalan Salakan-Sambiut Kabupaten Banggai Kepulauan Rp 30 miliar, poros Koko Buka-Air, Terang-Momunu Kabupaten Buol Rp. 30 miliar dan poros Tonusa-Pendala Kabupaten Poso Rp 70 miliar.
Termasuk rekontruksi jalan Beteleme-Nuha Kabupaten Morowali Utara Rp 47.324 miliar dan poros jalan Bora-Pandere Kabupaten Sigi Rp 70 miliar.
“Skema pembiayaan bertahap seperti poros Siuna – Bualemo. Teranggarkan mulai 2022, 2023 dan 2024 dengan nominal pembiayaan berbeda beda,” kata Suryanto yang juga mantan aleg DPRD Banggai tiga periode. *
Dapatkan informasi lainnya di googlenews, KLIK: Luwuk Times
Discussion about this post