Sulteng Masuk 10 Besar Provinsi Tingkat Inflasi Terendah di Indonesia

oleh -1068 Dilihat
oleh
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rudi Dewanto

PALU, Luwuk Times— Januari 2025 inflasi (y-on-y) Sulteng menyentuh 0,02%, sekaligus masuk dalam 10 besar provinsi dengan tingkat inflasi terendah se Indonesia.

Demikian penyampaian Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rudi Dewanto, saat membuka High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan Kabupaten Kota se Sulteng secara hybrid, bertempat ruang Polibu kantor gubernur, Selasa (11/02/2025).

Capaian ini lanjutnya adalah hasil dari koordinasi dan sinergitas dari berbagai unsur yang tergabung dalam TPID.

Bahkan ini menjadi kenang-kenangan manis dari Gubernur Rusdi Mastura yang tetap konsisten bertugas jelang akhir masa kepemimpinan 20 Februari 2025.

Baca Juga:  Pemprov Tandatangani Nota Kesepahaman Dengan Kejati Sulteng

Momen Sakral

Lewat tema ‘Strategi Pengendalian Inflasi Menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri’ Rudi Dewanto mengingatkan pentingnya kewaspadaan menghadapi tantangan inflasi jelang dua momen sakral spiritual bagi umat Islam.

Apalagi dari hasil rakor inflasi dengan Kemendagri Senin (10/02/2025) terpantau, tiga komoditi pokok yang harus diwaspadai daerah. Karena rentan menyumbang inflasi yaitu cabai, minyak goreng dan gula pasir.

Untuk cabai sebutnya ada 244 kabupaten kota yang berpotensi alami inflasi. Sebanyak 162 kabupaten kota berpotensi alami inflasi minyak goreng. Dan 131 kabupaten kota berpotensi alami inflasi gula pasir.

Baca Juga:  Masa Jabatan Kades Ditambah dari 6 Menjadi 8 Tahun, Ini Pesan Gubernur Sulteng

“Mari bersama-sama kita antisipasi tiga komoditi ini,” ajaknya.

Pada bagian lain, Ia berharap program Warung Komoditi Pangan (Warkop) terus digalakkan guna menjaga stabilitas harga dan stok bahan pangan.

Termasuk menjadikan program ini sebagai inovasi unggulan daerah untuk meraih TPID award.

Harapan yang sama terhadap program pasar murah yang juga terbukti menolong masyarakat untuk memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.

Baca Juga:  Partai Golkar Rajai Kontestasi Pilkada 2024 se Sulteng

Pada sisi logistik, Ia meminta supaya proses bongkar muat bahan pangan di pelabuhan menjadi prioritas untuk mencegah kelangkaan dan kenaikan harga.

Upaya lain yang ia tekankan, yaitu pengendalian inflasi berbasis data yang akurat. Dengan mempersiapkan mitigasi bencana dan pengamanan jalur distribusi pangan.

Termasuk mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan aksi panic buying, pemborosan pangan dan penimbunan bahan pokok.

“Mari kita berkomitmen untuk mencapai tujuan bersama,” tandasnya. *

Adpim Setdaprov Sulteng

No More Posts Available.

No more pages to load.