Krisis Dokter Spesialis Sulteng: Wagub Reny Bidik Putra Daerah Jadi Jawaban

oleh -34 Dilihat
oleh
Wagub Sulteng Reny Lamadjido

LUWUK TIMES – Sulawesi Tengah bergerak cepat menambal kekurangan dokter spesialis.

Pemprov Sulteng kini mengandalkan putra-putri daerah lewat Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS-1) di Universitas Tadulako sebagai solusi jangka panjang.

Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido menegaskan minimnya dokter spesialis masih jadi kendala utama pelayanan kesehatan di Sulteng.

Kondisi makin berat karena geografi yang ekstrem membuat banyak dokter dari luar enggan bertugas di wilayah terjauh.

“Ke depan kita lebih prioritaskan anak-anak daerah yang mau ditempatkan di rumah sakit yang ada di ujung-ujung Sulteng,” ujar Wagub Reny saat menghadiri pelantikan pengurus PAPDI Sulteng di Hotel BW Coco, Sabtu (23/05/2026).

Menurutnya, pemenuhan 4 layanan spesialis dasar dan 3 spesialis penunjang di rumah sakit sangat bergantung pada ketersediaan dokter.

Baca Juga:  DPD RI Bongkar Ketimpangan DBH Nikel, Andhika Amir: Sulteng Jangan Hanya Kebagian Debu Tambang

Dengan PPDS-1 di Untad, diharapkan lahir dokter spesialis yang siap mengabdi di kampung halaman sendiri.

Wagub Reny juga mendorong para dokter untuk terus naik kelas lewat pendidikan subspesialis, magister, bahkan doktor.

Meski PPDS sudah berjalan di Untad, ia mengakui jumlah dosen pengajar masih kurang.

Untuk itu, pembelajaran sementara dilakukan lewat kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin.

“Insyaallah kita akan usahakan lewat program BERANI Cerdas. Harapannya semakin banyak dokter daerah yang berkontribusi memperkuat pendidikan kedokteran di Sulteng,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wagub Reny berharap pengurus baru PAPDI Sulteng periode 2025-2028 bisa memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.

“Semoga kita bisa bersinergi untuk mewujudkan Sulteng yang lebih sehat,” ujarnya. *

Baca Juga:  Wagub Sulteng Buka Isbat Nikah dan Khitanan Massal, 62 Pasangan Kini Miliki Legalitas Resmi

Adpim Setdaprov Sulteng