Pelabuhan Modern Salakan Dibangun Rp89,8 Miliar, Harapan Baru Bangkep Mengejar Ketertinggalan Ekonomi

oleh -134 Dilihat
oleh
Pembangunan dermaga pelabuhan kota Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan

LUWUK TIMES, Salakan – Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) yang selama ini sangat bergantung pada transportasi laut akhirnya mendapat angin segar.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan tengah membangun Pelabuhan Salakan yang lebih besar, modern, dan representatif untuk memperkuat konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah kepulauan tersebut.

Selama bertahun-tahun, keterbatasan kapasitas pelabuhan menjadi salah satu kendala utama yang membuat potensi ekonomi Bangkep belum berkembang secara optimal.

Padahal daerah ini memiliki kekayaan sumber daya yang melimpah, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan hingga pertambangan.

Melihat kebutuhan mendesak itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengalokasikan anggaran sebesar Rp89,85 miliar untuk pengembangan Pelabuhan Salakan melalui proyek strategis multiyears (MYC) 2025–2026.

Pembangunan pelabuhan yang dikerjakan oleh PT Sulawesi Makmur Pratama tersebut memiliki kapasitas 3.000 DWT dengan masa pelaksanaan 450 hari kalender sejak kontrak ditandatangani pada 23 September 2025.

Pintu Gerbang Utama

Kehadiran pelabuhan baru ini diharapkan menjadi pintu gerbang utama yang mampu memperlancar arus logistik, distribusi barang, serta mobilitas masyarakat dari dan menuju Banggai Kepulauan.

Salah seorang warga Bangkep, Saiful, mengaku optimistis pembangunan pelabuhan tersebut akan membawa perubahan besar bagi daerahnya.

“Kalau pelabuhan ini sudah selesai dan beroperasi, Bangkep akan semakin maju dan dinamis. Pelabuhan baru Salakan nantinya menjadi pelabuhan utama penumpang dan antar pulau di Pulau Peling yang melayani rute ke Luwuk, Banggai, Bitung dan wilayah lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pekerjaan utama terus dikebut. Pembangunan tanggul atau talut sepanjang 586 meter hampir rampung. Sementara pekerjaan dermaga, jalan lingkungan, dan area penumpukan peti kemas juga menunjukkan progres signifikan.

Pengawas lapangan, Anto, menjelaskan bahwa progres pembangunan tanggul telah mencapai sekitar 93 persen. Sementara pembangunan dermaga berukuran panjang 80 meter dan lebar 16 meter masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Menurut Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Hasfar M., SE., MM., pelabuhan baru Salakan nantinya akan difungsikan sebagai pelabuhan bongkar muat barang, peti kemas, sekaligus melayani aktivitas penumpang.

Fasilitas yang disiapkan meliputi area penumpukan kontainer berukuran 20 x 25 meter persegi, jalan lingkar, mushala, toilet umum, dan pos jaga.