Haspar M: Pelabuhan Salakan, Gerbang Pertumbuhan Ekonomi Banggai Kepulauan

oleh -89 Dilihat
oleh

LUWUKTIMES.ID- Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), lahir 3 November 1999 hasil pemekaran dari Kabupaten Banggai.

Bangkep termasuk daerah berkembang dengan tantangan kemiskinan yang masih tinggi.
Tahun 2024 angka kemiskinan tercatat 14.86 ribu orang.

Dua tahun terakhir ini angka kemiskinan menunjukkan tren melandai (turun).

Potensi ekonomi andalan Bangkep cukup beragam diantaranya pertanian, perkebunan dan perikanan.

Bangkep merupakan pemasok terbesar rumput laut bagi Sulawesi Tengah.

Sebagai daerah kepulauan, masih terbatasnya infrastruktur dan aksesibilitas membuat Bangkep masih tertinggal dan miskin.

Suaib warga Kota Salakan yang diminta tanggapannya terkait pembangunan pelabuhan di Kota Salakan mengaku, senang dan respek terhadap pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

Tidak bisa dipungkiri, infrastruktur dan transportasi laut yang dipunyai Kabupaten Bangkep masih minim.
Keterbatasan ini membuat distribusi orang dan barang jadi lambat.

Ujung-ujungnya, kebutuhan pokok jadi mahal. Minimnya infrastruktur dan transportasi di Bangkep.

Akhirnya tahun 2025 direspon oleh pemerintah pusat, lewat Kementerian Perhubungan yang menggelontorkan anggaran sebesar Rp.89.852.252.664, untuk pembangunan dermaga di kota Salakan.

Dermaga baru dengan kapasitas 3.000 DWT nantinya akan mampu meningkatkan konektivitas dan logistik. Sekaligus memperlancar perdagangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangkep.

Pembangunan pelabuhan yang terletak persis di jantung kota Salakan, pengerjaan tengah dikebut.

Sesuai kontrak yang ditandatangani PT Sulawesi Makmur Prtama, akhir Desember 2026 pembangunan dermaga harus tuntas.

Pantauan media ini di lapangan pengerjaan dermaga berupa pekerjaan trestle, causway, pembangunan talut, area parkir dan fasilitas lain tengah berlangsung.

Pekerjaan 50 Persen

Menjawab pertanyaan media ini. Anto selaku pengawas lapangan menyebutkan, untuk pekerjaan talut pada sisi barat sudah 265 meter, pada sisi timur sudah 50 persen.

Sementara pekerjaan besar yang lain, adalah pekerjaan jalan lingkungan pelabuhan dan trestle sepanjang 94 meter.

Untuk dermaga tinggal menunggu pipa dari Surabaya.

Kepala pelabuhan kelas 2 Luwuk, Haspar M. Ketika dikonfirmasi terkait pembangunan pelabuhan Salakan menjelaskan, dibangunnya pelabuhan Salakan, nantinya bisa menjadi gerbang dalam mendukung perekonomian kabupaten Bangkep.

“Karena ada pelabuhan in Syah Allah, Investasi akan tumbuh dan menembus pasar yang lebih luas lewat jalur laut,” ucapnya.

Hadirnya pelabuhan yang bisa disandari kapal-kapal dengan bobot lebih besar otomatis akan mengikis biaya logistik yang mahal jadi murah.

Imbas positifnya penghasilan warga dan pemerintah kabupaten akan bergerak naik dan angka kemiskinan akan turun.

Disinggung capaian bobot pekerjaan yang telah dicapai?
Haspar M, menyebutkan, progresnya positif karena dapat melampaui target yang telah ada dalam schedule.

“Catatan pada akhir April 2026 bobot pekerjaan pembangunan pelabuhan Salakan sudah mencapai 49,69 persen. Sementara serapan anggaranya sebesar 44.75 persen atau Rp.40.2 miliar,” terang kepala pelabuhan Luwuk.

Haspar M menambahkan, memasuki bulan Mei pengerjaan akan mulai fokus pada pekerjaan dermaga.

“Dengan sisa waktu 7 bulan Haspar optimis semua item pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik sesuai kontrak yang disepakati,” katanya mengunci keterangan.

Bupati Bangkep H Rusly Moidady, ST, MT mengatakan, setelah pelabuhan Salakan di operasikan nanti, Kota Salakan akan lebih bergeliat dan akan menjadi daerah penghubung antar pulau di kawasan tengah Indonesia.

Yang pasti hadirnya pelabuhan yang lebih representatif akan membuat pergerakan orang dan barang akan makin mudah dan murah.

Yang pada akhirnya kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bangkep akan makin mudah diwujudkan.

Diakhir perbincangan
Bupati Bangkep berharap, setalah pelabuhan Salakan, pemerintah pusat dapat mengucurkan lagi anggaran untuk jalan, jembatan, pendidikan dan kesehatan yang masih sangat dibutuhkan oleh kabupaten Bangkep. *

Setiyo Utomo