Empat Proyek Rekonstruksi Bangunan Pengaman Pasang Surut di Bangkep Terlambat

oleh -716 Dilihat
oleh
Wakil Bupati Bangkep Serfi Kambey

LUWUK TIMES — Empat dari tujuh, proyek hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tahun anggaran 2024 di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terlambat.

Hingga pekan ketiga Desember 2025, baru tiga proyek rekonstruksi bangunan pengaman pasang surut dan tanggul banjir yang selesai 100 persen.

Pertama, proyek rekonstruksi bangunan pengaman pasang surut Desa Lalong, Kecamatan Tinangkung Utara oleh CV Total Bangun Mandiri, dengan anggaran Rp.3.346.500.000.

Kedua proyek rekonstruksi bangunan pengaman pasang surut Desa Kombutokan, Kecamatan Totikum dikerjan CV Bhineka Banggai Bersatu, anggarannya Rp.3.326.078.195.

Ketiga proyek rekonstruksi bangunan tanggul banjir Desa Tatakalai, Kecamatan Tinangkung Utara oleh CV Wamana Awatara dengan besaran Rp.2.855.037.387.

Sementara empat proyek lainnya, progresnya baru berkisar 80 persen dan berpotensi terlambat. Sebab, batas waktu pelaksanaan tidak lebih dari 10 hari lagi.

Hasil pantauan Luwuk Times termasuk informasi warga, progres terendah kegiatan pelaksanaan proyek rekonstruksi bangunan pengaman pasang surut ada di Desa Ponding-ponding, Kecamatan Tinangkung Utara yang dilaksanakan CV Lamotono dengan nilai Rp.3.612.553.876. Bobot pekerjaannya baru sekitar 70 an persen.

Sementara tiga proyek lain di Desa Tombos Peling Tengah, Desa Bakalinga, Bulagi Utara dan Desa Bolubang Bulagi Utara, progresnya berkisaran 80 persen.

Dana 27 Miliar

Achmad Arba, ST. MT, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tahun anggaran 2024 Kabupaten Bangkep, menuturkan Kamis (18/12/2025), tahun 2025 Kabupaten Bangkep mendapat suntikan anggaran sebesar Rp.27.352.781.021 untuk proyek rekonstruksi bangunan pengaman pasang surut dan tanggul banjir.

Anggaran Rp.27 miliar lebih teralokasi untuk paket pekerjaan pada 7 desa Kabupaten Bangkep.

Adapun pelaksanaanya sudah berjalan dengan baik. Bahkan tiga paket pekerjaan seperti di Desa Kambutokan, Desa Lalong dan Desa Tatakalai sudah selesai.

Sedang empat lainya masih berjalan. Adapun bobot pekerjaan sudah di atas 80 persen.

“Dengan sisa waktu 10 hari lebih, kami optimis pekerjaan bisa rampung. Kalau pun ada yang terlambat atau harus menyebrang tahun, mungkin hanya satu atau dua paket pekerjaan”, jelas Arba.

Masih menurut Arba, untuk pekerjaan terberat berupa pembangunan tanggul sudah selesai.

“Tanggul sudah berdiri, tinggal plester saja. Pekerjaan tersebut tidak butuh waktu yang terlalu lama,” ujar Arba yang juga Sekdis Dinas PUPR Bangkep.

Sanksi Denda

Sementara itu, Wakil Bupati Bangkep Serfi Kambey mengatakan, dari 7 proyek rekonstruksi bangunan pengaman pasang surut dan tanggul banjir, ada paket pekerjaan yang terlambat. Semisal pekerjaan di Ponding-Ponding Kecamatan Tinangkung Utara oleh CV Lamotono.

Hasil pantauan Pemkab Bangkep bobot pekerjaannya masih kurang. Atas keterlambatan itu kepada rekanan sudah ia berikan teguran.

Apakah ada pekerjaan yang akan nyebrang tahun? Wabup berharap tidak ada. Kalau pun ada yang terlambat naga-naganya keterlambatannya tidak lama

Meski demikian tegas Serfi sebelum mengunci keterangannya, bagi yang terlambat tentu akan mendapat sanksi denda, agar ada efek jera bagi kontraktor yang kerjanya lelet. *

Reporter Setiyo Utomo