LUWUK TIMES— Satu demi satu, janji Bupati dan Wakil Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusli Moidady dan Serfi Kambey yang pernah keduanya ucap saat kampanye mulai mereka tunaikan.
Ada program delapan berkah Rusli Moidady-Serfi Kambey, yakni:
Bantuan usaha Rp.10 juta pe kepala keluarga, santunan kematian Rp 5 juta, BPJS Gratis berupa bantuan perumahan bagi nelayan dan petani, insentif pegawai Syarah, guru ngaji dan pengurus gereja serta peningkatan sarana air bersih, listrik, jalan dan pelabuhan.
Selanjutnya, peningkatan Tukin ASN dan kesejahteraan PPPK, peningkatan ADD dari 10-15 persen dan menciptakan kawasan smart City dan free Wifi.
Satu dari delapan berkah (program) Rusli-Serfi, yang mulai mereka kerjakan adalah, peningkatan sarana air bersih, sistem penyiapan air minum (SPAM).
Tahun ini ada lima kecamatan yang mereka sentuh, yakni Buko, Buko Selatan, Tinangkung, Tinangkung Utara dan Liang.
Tahun 2025 pembangunan dan peningkatan infrastruktur air bersih Kabupaten Bangkep mendapat perhatian ekstra.
Terkini, ada lima kecamatan yang mendapat sentuhan program sistem penyediaan air bersih (SPAM).
Kucuran DAK
Pejabat pembuat komitmen (PPK), Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Bangkep, Aswanto ST, MT, Minggu (10/08/2025) mengatakan, tahun 2025 Kabupaten Bangkep mendapat kucuran dana alokasi khusus (DAK), penugasan APBN. Nilainya Rp.11.47 miliar.

“DAK tersebut peruntukannya pembangunan dan peningkatan infrastruktur air bersih pada lima kecamatan”, jelas Aswanto.
Adapun lima kecamatan yang mendapat program SPAM, ia rincikan.
Pertama, Kecamatan Buko Selatan. Proyek ini terletak Desa Landona Bebeau. Kegiatanya berupa peningkatan SPAM jaringan perpipaan desa dengan nilai Rp.1.792.000.000. CV Karya Muda Mandiri menjadi rekanannya.
Kedua, Kecamatan Liang. Peningkatan SPAM jaringan perpipaan dengan nilai Rp.3.115.000.000, pelaksananya CV Karsa Grup.
Ketiga, Kecamatan Tinangkung Utara. Adalah proyek lanjutan berupa peningkatan SPAM jaringan perpipaan. Nilai anggaranya Rp.1.995.000.000. pelaksananya CV Mutu Energi Membangun.
Keempat, Kecamatan Tinangkung, berupa peningkatan SPAM jaringan Desa Manggalai. Selain DAK juga ada Dana Alokasi Umum (DAU) penugasan air bersih minum 2025. Nilai proyek Rp 3.176.000.000 dan pelaksana CV Armasta.
Kelima, Kecamatan Buko, berupa perluasan SPAM jaringan perpipaan. Nilai proyek Rp.1.400.000.000 serta pelaksana CV Lagili Putra.
Melihat alokasi anggaran terhadap proyek penyiapan air bersih tahun 2025, sangat nampak pemkab Bangkep, tidak cermat melihat skala prioritas dan terkesan pilih kasih.
Bicara pemenuhan air bersih, harusnya yang jadi prioritas adalah Kecamatan Buko dan Buko Selatan. Sebab sudah bertahun-tahu, air bersih jadi keluhan warga Bulagi dan Bulagi Sekatan.
Dua kecamatan ini paling sering mengalami krisis air. Curah hujannya sangat rendah. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari seperti mandi cuci, dan sanitasi terpaksa masyarakat menggunakan air payau.
“Untuk air minum kami terpaksa harus beli atau menampung air hujan,” ungkap sumber Luwuk Times yang meminta namanya dipublis.
“Kalau sekarang lima kecamatan di Bangkep sudah mendapat pelayanan air bersih, tentu jamak jika kami bertanya kapan untuk Kecamatan Bulagi bersaudara yang betul-betul sangat membutuhkan air,” tanya beberapa warga Bulagi.
Skala Prioritas
Wakil ketua DPRD Bangkep, H. Suhardin Sabalino yang akrab dengan sapaan Haji Muda, mengatakan, terkait permasalahan air bersih, itu sudah menjadi masalah bagi daerah ini sejak pemerintahan terdahulu.

Wajar adanya, jika air bersih kini menjadi skala prioritas bagi pemerintahan baru Rusli-Serfi.
Haji Muda yang juga ketua Golkar Bangkep ini berharap, tahun depan masalah air, utamanya bagi Kecamatan Bulagi bersaudara, yakni Bulagi, Bulagi Utara dan Bulagi Selatan dapat tuntas oleh Bupati Rusli Moidady dan Wakil Bupati Serfi Kambey.
“Kalau tahun 2025, permasalahan air lima kecamatan mampu kita selesaikan, harapan kami tahun 2026 air bersih Bulagi bersaudara dapat kami adakan,” tegas Haji muda mengunci keteranganya. *
Setiyo Utomo













