Namun demikian, ruang tunggu penumpang dan gudang belum dapat dibangun pada tahap ini karena keterbatasan anggaran.
“Semoga setelah pelabuhan selesai dan mulai beroperasi, pemerintah dapat kembali mengalokasikan anggaran untuk pembangunan ruang tunggu penumpang dan fasilitas pergudangan,” harap Hasfar.
Ia menambahkan, hingga pertengahan Mei 2026 progres pekerjaan telah mencapai sekitar 55 persen dan masih berada dalam jalur penyelesaian sesuai target.
“Insya Allah pekerjaan bisa selesai tepat waktu,” katanya.
Pembangunan Pelabuhan Salakan dinilai menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih merata hingga wilayah kepulauan.
Kehadiran infrastruktur ini tidak hanya memperlancar transportasi laut, tetapi juga membuka peluang investasi dan pengembangan ekonomi baru bagi masyarakat.
Transportasi Lancar

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, H. Muhidin Muhamad Said, menyebut pembangunan pelabuhan tersebut merupakan hasil sinergi antara dukungan masyarakat melalui pajak dan keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan daerah.
Muhidin berharap proyek tersebut dapat selesai sesuai jadwal agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat Bangkep.
“Transportasi yang lancar akan membuat distribusi barang lebih efisien, harga menjadi lebih kompetitif, iklim usaha semakin kondusif, dan peluang kerja baru terbuka. Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bangkep akan meningkat,” tegas Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI itu.
Jika rampung sesuai target, Pelabuhan Salakan bukan sekadar infrastruktur baru, melainkan simbol kebangkitan ekonomi Banggai Kepulauan menuju daerah kepulauan yang lebih maju, terhubung, dan berdaya saing. *
Setiyo Utomo


