LUWUK TIMES – Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Banggai.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, sebanyak 322 unit rambu kebencanaan kini telah terpasang berbagai wilayah rawan.
Kepala BPBD Banggai, Fery Sujarman, kepada Luwuk Times Rabu (03/03/2026) menjelaskan, pemasangan rambu secara bertahap dan menjangkau puluhan kecamatan, kelurahan, hingga desa.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi risiko dan dampak bencana Kabupaten Banggai,” ujarnya.
Sebanyak 45 unit rambu peringatan bencana alam telah terpasang pada 15 kecamatan, 5 kelurahan, dan 39 desa.
Rambu tersebut meliputi peringatan banjir, tanah longsor, dan gempa bumi yang penempatannya pada titik-titik rawan.
Selain itu, BPBD juga memasang 30 unit papan imbauan atau papan informasi 15 kecamatan, 4 kelurahan, dan 25 desa.
Papan tersebut memuat peringatan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla), cuaca ekstrem, abrasi pantai, serta potensi multi bencana.
Tak hanya itu, rambu jalur evakuasi telah terpasang sebanyak 204 unit yang tersebar 21 kecamatan, 10 kelurahan, dan 34 desa.
Sementara itu, 43 unit rambu titik kumpul kini tersedia 21 kecamatan, 9 kelurahan, dan 34 desa.
Fery menegaskan, pemasangan rambu kebencanaan bertujuan memberikan panduan yang jelas, cepat, dan terarah bagi masyarakat saat terjadi kondisi darurat.
“Rambu ini menjadi petunjuk arah evakuasi, penanda lokasi aman atau titik kumpul, sekaligus peringatan dini terhadap potensi bahaya. Dengan adanya rambu, masyarakat tidak panik dan dapat bertindak cepat saat bencana terjadi,” jelasnya.
Ia pun mengimbau warga untuk menjaga fasilitas tersebut.
“Saya mengajak seluruh masyarakat agar tidak merusak dan selalu mematuhi rambu kebencanaan. Pahami maknanya, waspada pada wilayah rawan, dan mari berpartisipasi aktif dalam upaya mitigasi untuk menghindari korban jiwa,” tutupnya.
Reporter: Sofyan Labolo

