LUWUK TIMES – Amirudin mengaku telah mengantongi tiga nama terbaik pada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Itu setelah keluarnya Persetujuan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa proses rolling jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) eselon II.b pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai tinggal menunggu waktu.
Ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/05/2026), Amirudin menyebut seluruh hasil seleksi masih bersifat dinamis.
Bahkan, nama-nama yang berada dalam posisi tiga besar disebut masih berpotensi mengalami perubahan.
“Semuanya masih bisa bergeser. Karena semua itu otoritas Bupati,” tegas Amirudin.
Statemen tersebut memperlihatkan bahwa posisi peringkat tertinggi hasil seleksi terbuka belum tentu menjadi jaminan mutlak menduduki jabatan kepala OPD definitif.
Sebaliknya, peluang masih terbuka bagi kandidat lain dalam daftar tiga besar.
Amirudin menegaskan, keputusan akhir tetap berada pada kewenangan kepala daerah sebagai pejabat pembina kepegawaian setelah seluruh tahapan administrasi rampung.
Meski belum mengungkap tanggal pasti, Amirudin memberi sinyal pelantikan pejabat hasil seleksi JPT Pratama akan digelar setelah perayaan Idul Adha.
“Usai lebaran Idul Adha,” ujarnya singkat tanpa merinci waktu dan lokasi pelantikan.
Belum Otomatis Menjadi Pejabat Definitif
Sebelumnya, Ramli Tongko selaku Sekretaris Daerah Banggai sekaligus Ketua Panitia Seleksi menegaskan, peraih nilai tertinggi dalam seleksi JPT Pratama eselon II.b belum otomatis menjadi pejabat definitif.
Menurut Ramli, panitia seleksi hanya menyerahkan tiga nama terbaik pada masing-masing OPD kepada BKN untuk memperoleh Persetujuan Teknis (Pertek).
Dan sebelum akhirnya dikembalikan kepada Bupati Banggai sebagai dasar pengambilan keputusan.
“Kita ajukan ke BKN tiga nama per OPD. Setelah itu kita menunggu Persetujuan Teknis BKN. Setelah itu disodorkan lagi ke Bupati untuk proses pelantikan,” jelas Ramli.
Ia menegaskan, poin tertinggi tidak otomatis memberi garansi pelantikan. Karena keputusan akhir tetap berada pada pilihan Bupati.
“Point tertinggi belum bisa memberi garansi yang akan dilantik. Bisa jadi, tergantung pilihan pak Bupati,” tandasnya. *
Sofyan Labolo

