Duel dengan Atlet Pelatnas Jadi Pelajaran Berharga, Miftah Fauzan Tandjungbulu Bawa Asa Besar FORKI Banggai

oleh
oleh
Atlet FORKI Banggai, Miftah Fauzan Tandjungbulu, menunjukkan penampilan membanggakan saat memperkuat tim FORKI Sulawesi Tengah pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) FORKI 2026 di Bandung, Jawa Barat.

LUWUK TIMES – Atlet FORKI Banggai, Miftah Fauzan Tandjungbulu, menunjukkan penampilan membanggakan saat memperkuat tim FORKI Sulawesi Tengah pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) FORKI 2026 di Bandung, Jawa Barat.

Pendamping sekaligus pelatih FORKI Banggai, Alan Nuary Abdussama, SH., AIFO-P, mengungkapkan perjalanan Miftah di Kejurnas menjadi pengalaman penting dalam memetakan kekuatan atlet menuju event nasional yang lebih besar.

Kata Alan kepada Luwuk Times, Minggu (17/05/2026), Miftah yang turun di nomor Kumite -55 Kg putra tampil impresif sejak babak awal. Pada babak kedua, atlet asal Banggai itu berhasil menaklukkan wakil Sumatra Barat dengan skor meyakinkan 6-2.

Padahal lawannya dikenal sebagai atlet PON Sumbar yang memiliki kualitas bertanding cukup kuat. Namun Miftah mampu mengendalikan pertandingan lewat strategi serangan balik yang efektif.

“Lawan sempat tertinggal dua poin lebih dulu. Miftah lalu memanfaatkan keunggulan dengan sangat baik hingga selisih skor cukup jauh,” jelas Alan.

Perjalanan Miftah berlanjut hingga babak semifinal. Pada fase itu, putra Nurfan Tandjungbulu tersebut harus berhadapan dengan Tegar Januar asal Jawa Barat.

Tegar bukan lawan biasa. Ia merupakan atlet nasional yang tengah dipersiapkan menuju ASEAN Games 2026 sekaligus peraih medali emas PON 2024.

Menghadapi atlet Pelatnas, Miftah tetap memberikan perlawanan terbaik. Meski akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 6-1.

Setelah kandas di semifinal, langkah Miftah terhenti usai belum beruntung dalam perebutan juara tiga saat menghadapi atlet Jawa Barat lainnya.

Meski gagal membawa pulang medali, Alan Nuary mengaku cukup puas dengan penampilan anak didiknya di ajang nasional tersebut.

“Alhamdulillah kami cukup puas dan bersyukur bisa bertemu lawan-lawan berat pada kejurnas ini. Dari sini kami bisa memantau dan mengevaluasi kemampuan Miftah maupun kekuatan lawannya,” ujar Alan.

Menurutnya, pengalaman menghadapi atlet-atlet nasional menjadi bahan penting dalam menyusun strategi pembinaan jangka panjang FORKI Banggai.

“Ini akan menjadi pemetaan strategi dan kemampuan ke depan untuk event utama Pra PON 2027 dan InsyaAllah PON 2028 nanti,” tegasnya.

Alan menambahkan, FORKI Banggai kini tidak hanya fokus menghadapi Porprov semata. Melainkan mulai menyusun program pembinaan berjenjang untuk target yang lebih besar.

“Saat ini kami tidak sekadar berpikir satu langkah menghadapi Porprov. Tapi mencoba memprogramkan lima langkah lebih jauh ke depan untuk target Pra PON dan PON,” katanya.

Simak videonya

Sofyan Labolo