LUWUK TIMES – Sekretaris Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Banggai, Adhi Lambesia menegaskan, Askab PSSI Banggai tidak tinggal diam dalam menyikapi insiden yang terjadi pada pertandingan Hadianto Rasyid Cup 2026 di Kecamatan Nambo.
Kepada Luwuk Times, Minggu (10/05/2026), Adhi menjelaskan, Askab PSSI Banggai tetap mengikuti perkembangan persoalan tersebut. Namun penanganannya dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku melalui Panitia Disiplin (Pandis).
“Jadi kami tidak bungkam. Cuma menunggu hasil pertemuan Pandis,” tegas Adhi.
Ia menerangkan, agenda rapat Askab sebelumnya fokus pada persiapan menghadapi Porprov Sulawesi Tengah Kabupaten Morowali. Termasuk evaluasi turnamen yang telah selesai, sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan.
Namun dalam rapat tersebut, pihak tim Batui atau korban insiden juga datang melapor terkait kejadian yang terjadi pada laga Hadianto Rasyid Cup.
Menurut Adhi, berdasarkan aturan yang berlaku, setiap persoalan yang muncul dalam pertandingan terlebih dahulu diselesaikan pada tingkat panitia pelaksana melalui Panitia Disiplin.
“Mendasari aturan, setiap terjadi masalah terkait pertandingan maka diselesaikan pada ranah panitia pelaksana. Dalam hal ini Pandis,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang ia terima dari Wakil Ketua Umum Askab sebagai perwakilan Askab dalam rapat, pertemuan tersebut hadir ketua panitia, Kapolsek, perangkat pertandingan dan pihak korban.
Namun pihak yang terduga sebagai pelaku belum hadir, sehingga akan terjadwalkan rapat lanjutan.
“Rapat kedua akan dilaksanakan besok untuk menghadirkan pihak pelaku,” katanya.
Pandis Mengetahui Kronologi Kejadian
Adhi menegaskan, Askab PSSI Banggai tidak bisa mengambil alih sepenuhnya proses penyelesaian. Karena Pandis yang mengetahui langsung kronologi kejadian di lapangan.
“Ketika terjadi insiden, diselesaikan ke Pandis. Tidak bisa Askab ambil alih karena mereka yang tahu kronologis kejadian,” ujarnya.
Meski demikian, Askab tetap terlibat dalam proses penyelesaian. Itu karena terdapat unsur perwakilan Askab dalam struktur Pandis bersama ketua panitia dan para manajer tim.
Ia menambahkan, hasil rapat Pandis sebelumnya masih menunggu pertemuan lanjutan antara pihak korban, pelaku dan kepolisian.
Selain itu, pasca insiden tersebut Askab PSSI Banggai berencana mempertegas syarat pemberian rekomendasi pelaksanaan turnamen. Terutama terkait aspek keamanan.
“Untuk langkah selanjutnya tentunya Askab PSSI akan mempertegas setiap permohonan rekomendasi kegiatan dengan wajib memenuhi syarat keamanan,” tandas Adhi.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Sehingga jalannya kompetisi sepak bola Kabupaten Banggai tetap berjalan aman dan kondusif. *
Sofyan Labolo













