Gubernur Sulteng Akan Launching “Si Jonga” Maskot Porprov

oleh -49 Dilihat
oleh
Drs. Yusman Mahbub, M.SI Wakil ketua panitia pelaksana Porprov Sulteng ke-X, sekaligus Ketua umum KONI Morowali

LUWUK TIMES – Dua puluh tujuh cabang olahraga (cabor) diagendakan komite olahraga nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), dapat bertanding pada pekan olahraga provinsi (Porprov) Sulteng ke-X November 2026 di Morowali.

Sebagian besar cabor yang dipertandingkan masuk kategori olahraga olympic atau cabor unggulan Sulteng.

Akan tetapi dari 27 cabor dengan 31 disiplin yang akan dipertandingkan di Porprov Sulteng ke-X, cabor dayung dan lari trail, administrasinya masih bermasalah.

Jika ada cabor yang administrasinya bermasalah cabor itu berpotensi tidak dipertandingkan atau dilombakan.

Meski sudah terdaftar untuk dipertandingkan, pencoretan cabor pada iven sekelas Porprov masih bisa dilakukan dengan alasan teknis maupun non teknis.
SK pengurus cabor yang habis masa bhakti (mati).

Peserta minim, keterbatasan venue, peralatan atau masalah anggaran, bisa menjadi alasan cabor dicoret dan tidak dipertandingkan.

Sumber Luwuk Times menambahkan, cabor dayung bermasalah pada SK pengurus.

Fakta yang ada pengurus persatuan olahraga dayung seluruh Indonesia (PODSI) Sulteng, masa baktinya sudah habis (mati).

Sementara cabor lari trail, pembentukan pengurus Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) di kabupaten/kota di Sulteng belum didaftar ke KONI kabupaten/kota.

Apakah cabor dayung dan lari trail akan dilombakan pada Porprov Morowali?

Sumber itu menyebut, nasib cabor dayung dan lari trail akan ditentukan pada meeting chief de mission, rapat pimpinan kontingen/delegasi (CDM 1) tanggal 5-7 Mei 2026 depan.

Ketua asosiasi lari trail Indonesia (ALTI) Provinsi Sulteng, Mohamad Affan, ST, M.Eng, kepada Luwuk Times, mengatakan, terkait dilombakan atau tidak cabor lari trail di Porprov Morowali, kami akan tunduk dengan apa yang diputuskan KONI Sulteng.

Disisi lain, jika melihat kerja keras yang telah dilakukan pengurus ALTI Sulteng dan teman-teman di kabupaten/kota, Affan, optimis cabor lari trail akan dilombakan pada iven Porprov Sulteng ke-X di Morowali.

Affan tidak menampik jika kehadiran cabor lari trail sempat jadi polemik saat meeting Pra CDM di Palu.

Kala itu banyak yang menplototi ALTI. Mulai soal minimnya pengurus kabupaten (Pengkab) yang berbentuk. Hingga lemahnya kordinasi dengan KONI di kabupaten/kota.

Semua permasalahan sudah dibenahi dan lengkapi, dengan harapan agar ALTI bisa dilombakan di Porprov Sulteng tahun 2026.

Ketua ALTI Sulteng, mengatakan.
Dari 13 kabupaten/kota di Sulteng Pengkab ALTI sudah punya 8 Pengkab. Diantaranya Pengkab Donggala, Tolitoli, Morowali, Morowali Utara, Parigi Moutong, Sigi, Tojo Una-una dan Kota Palu.

Untuk Porprov Morowali, cabor lari trail akan melombakan 6 nomor dengan 11 medali emas, 11 perak dan 11 perunggu.

Nomor lombanya individu klasik junior- senior putra- putri, individu vertikal junior – senior untuk putra – putri, individu jarak pendek senior putra-putri dan beregu jarak pendek Mix.

Si Jonga Maskot Porprov

Dikonfirmasi Luwuk Times Sabtu (02/05/2026) terkait meeting CDM 1, wakil ketua pelaksana Porprov Sulteng ke-X, Drs Yusman Mahbub, M.SI, menjelaskan, tanggal 5-7 Mei 2026 akan dilaksanakan CDM 1 di Kota Bungku, Morowali.

Agenda penting mulai pedoman pelaksanaan Porprov, mutasi atlet, technical handbook, peninjauan venue dan launching “Si Jonga” maskot Porprov Sulteng.

Bertepatan dengan adanya kegiatan pencanangan program Nawacita Gubernur Sulteng H Anwar Hafid di Morowali.

Jika tiada aral melintang gubernur akan hadir pada kegiatan CDM 1, sekaligus melaunching “Di Jonga” Maskot dan Logo Porprov Sulteng ke-X.

Maskot Si Jonga (Rusa), merupakan hewan endemik Morowali dan Sulteng.

Launching Maskot penting dilakukan karena akan menjadi perhatian publik dan setiap dilaksanakannya pesta olahraga akan ada maskot atau logo.

Lewat launching maskot sekaligus akan memperkenalkan identitas visual dan budaya Morowali.

Disinggung soal kesiapan venue?
Yusman Mahbub yang juga ketua umum KONI Morowali mengaku, penyiapan benua untuk Porprov 2026 masih jalan sesuai schedule yang ditetapkan.

Yusman optimis semua akan bisa dipenuhi. “Kita masih punya waktu sekitar 6 bulan untuk membenahi dan melengkapi venue yang nanti akan digunakan untuk cabor,” jelas Yusman Mahbub yang juga Sekda Morowali.

Dari 27 cabor yang harus dipersiapkan venue, Mahbub mengaku pekerjaan yang sedikit menyita perhatian adalah untuk penyiapan venue cabor Paralayang.

Sebab, harus membuka dan membangun akses jalan baru yang medannya cukup menantang.
Tapi ketua KONI Morowali optimis semua dapat disiapkan dengan baik.

Yusman Mahbub berharap, sebagai tuan rumah Porprov
Morowali bisa sukses dalam pelaksanaan, sukses administrasi syukur-syukur sukses prestasi. *

Setiyo Utomo