LUWUK TIMES, Banggai – Kepedulian dan respons cepat Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Sosial Kabupaten Banggai kembali ditunjukkan dalam penanganan jenazah tanpa identitas (Mr. X) yang ditemukan mengapung di perairan Luwuk Utara.
Berkat koordinasi dan sinergi berbagai pihak, proses pemulasaran hingga pemakaman jenazah akhirnya dapat dilaksanakan secara layak dan penuh penghormatan.
Dinas Sosial Kabupaten Banggai mengambil peran penting dalam mengoordinasikan penanganan jenazah tersebut bersama Polres Banggai, RSUD Luwuk, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai.
Kolaborasi lintas sektor ini memastikan seluruh tahapan penanganan berjalan sesuai prosedur, mulai dari proses identifikasi awal, pemeriksaan kesehatan, hingga pemakaman.
Dukungan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Rukun Duka Masjid Al-Ilham, Kelurahan Bungin, turut memberikan bantuan penuh dalam pelaksanaan pemulasaran dan pemakaman.
Sehingga jenazah dapat segera dimakamkan secara layak dan bermartabat.
Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Nurjalal, menegaskan bahwa penanganan jenazah tanpa identitas merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan yang harus dilakukan bersama-sama.
“Setiap manusia berhak mendapatkan penghormatan terakhir yang layak. Karena itu, Dinas Sosial berupaya memastikan proses penanganan jenazah ini berjalan dengan baik melalui koordinasi bersama seluruh pihak terkait,” ujarnya.
Nurjalal juga menyampaikan apresiasi kepada Polres Banggai, RSUD Luwuk, Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, serta Rukun Duka Masjid Al-Ilham yang telah berkontribusi dalam proses pemakaman tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bergerak cepat dan bekerja sama dengan baik. Sinergi ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dan nilai kemanusiaan masih sangat kuat di tengah masyarakat,” tambahnya.
Setelah melalui proses identifikasi dan pemeriksaan medis, jenazah akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kelurahan Bungin.
Keputusan pemakaman dilakukan mengingat kondisi jenazah yang tidak memungkinkan untuk disimpan lebih lama.
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya.
Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dan memiliki informasi terkait ciri-ciri korban diimbau untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Penanganan kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan masyarakat mampu menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan bermartabat. *

