Banggai Prix 2026 Tuai Penolakan di Media Sosial, Warganet Soroti Penggunaan Jalan Umum sebagai Sirkuit

oleh -126 Dilihat
oleh

LUWUK TIMES, Luwuk – Rencana pelaksanaan Banggai Prix pada Oktober 2026 mulai memicu perdebatan di media sosial.

Meski ajang balap yang dikabarkan telah mendapat dukungan sponsor dari IMI Sulawesi Tengah itu belum menetapkan tanggal pelaksanaan, penolakan dari sejumlah warganet sudah bermunculan.

Salah satu sorotan datang dari akun Facebook bernama Jaka Luwuk. Ia secara terbuka menyampaikan keberatan terhadap rencana penyelenggaraan balap motor di kawasan Sirkuit Tugu Adipura Luwuk, yang merupakan jalan umum.

Dalam unggahannya, akun tersebut menilai penggunaan jalan yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat berpotensi mengganggu aktivitas warga.

Ia juga menyertakan foto Ketua Panitia Pelaksana yang diberi tanda lingkaran sebagai bagian dari unggahannya.

Berikut kutipan isi unggahan tersebut:

“SUDAH TAU ITU JALAN UMUM KAMU MAU BUAT ROADRACE. TROTOAR KIRI KANAN, JALAN DI DALAM AREA PERKANTORAN, PERBELANJAAN DLL, JALAN YANG SETIAP HARI DIGUNAKAN MASYARAKAT.”

Unggahan itu juga menyoroti potensi kemacetan dan aspek keselamatan.

“JANGAN HANYA KARENA MENDAPAT KEUNTUNGAN BESAR KALIAN MAU BUAT RAKYAT BANGGAI TERHAMBAT DALAM AKTIVITAS PERJALANAN. STOP ROADRACE PAKE JALAN UMUM ADIPURA APALAGI SUDAH BEBERAPA KALI KEJADIAN KECELAKAAN. STOP ROADRACE DI ADIPURA LUWUK.”

Hingga kini, Kabupaten Banggai memang belum memiliki sirkuit balap permanen yang representatif di kawasan perkotaan.

Akibatnya, setiap agenda road race selama ini selalu memanfaatkan ruas jalan di kawasan Tugu Adipura Luwuk sebagai lintasan balap.

Sejak road race pertama kali digelar di Luwuk, kawasan tersebut praktis menjadi satu-satunya lokasi penyelenggaraan.

Kondisi ini kembali memunculkan desakan agar pemerintah daerah bersama KONI Banggai segera mencari solusi jangka panjang dengan menghadirkan sirkuit permanen.

Yang tentu saja memenuhi standar keselamatan, sehingga kegiatan olahraga otomotif dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat. *

Sofyan Labolo