Advertising

Example floating
Example floating

Pangkas Anggaran Hore-Hore, KONI Banggai Kencangkan Ikat Pinggang demi Pertahankan Juara Porprov Sulteng 2026

Amirudin: Bonus Atlet itu Wajib

Sofyan
Rapat koordinasi dan evaluasi Persiapan Porprov Sulteng 2026 di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai, Jumat (4/9/2026). (FOTO Sofyan Labolo Luwuk Times)
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Banggai — Ketua Umum KONI yang juga Bupati Banggai, H. Amirudin, memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Persiapan Porprov Sulteng 2026 di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai, Jumat (4/9/2026).

Di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi nasional, Banggai tetap mengusung target tinggi, mempertahankan predikat juara umum atau minimal mengamankan posisi tiga besar.

IMG-20260829-WA0006

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulteng sendiri dijadwalkan berlangsung pada 6–15 Desember 2026.

Amirudin menegaskan bahwa target juara tersebut sangat realistis mengingat besarnya investasi dana daerah yang telah dialokasikan untuk pembinaan dan pengiriman atlet ke berbagai kejuaraan regional maupun nasional.

Baca Juga:  Gonjang-Ganjing Porprov Sulteng di Morowali Berakhir Lega, Banggai Langsung Geber Persiapan

Meski demikian, efisiensi anggaran daerah akibat penyesuaian dana dari pusat tak terelakkan.

Sebagian besar transfer anggaran pusat saat ini terfokus pada pembayaran gaji serta tunjangan PPPK.

Amirudin meminta waktu untuk mengevaluasi dan merasionalisasi kembali usulan anggaran yang disodorkan pengurus KONI.

“Tolong beri kami kesempatan untuk mengevaluasi kembali usulan dana Porprov. Kalau bisa kita pangkas lagi. Salah satu pertimbangannya, jangan sampai ada pihak yang berangkat hanya untuk jadi ‘tim hore’,” tegas Amirudin.

Potong Pos Anggaran Gemuk

Beberapa pos anggaran yang menjadi sorotan utama evaluasi Amirudin.

Baca Juga:  Tampil Perkasa, Tim Dishub Banggai Bantai Dinas Ketapang 9-0 Tanpa Ampun di ASN Mini Soccer Bupati Cup 2026

Pertama, pengadaan pakaian kontingen. Dialokasikan sekitar Rp500 juta, yang rencananya akan disiasati melalui skema kemitraan atau pembiayaan dari pengusaha dan investor lokal.

Kedua, uang makan atlet. Biaya Rp100 ribu per porsi dinilai terlalu tinggi dan akan lebih hemat jika dikelola secara mandiri.

Selanjutnya, operasional dan logistik. Biaya pemberangkatan akan dialihkan ke Bagian Umum Setda. Penggunaan kendaraan dinas operasional yang ada juga akan dimaksimalkan untuk menekan biaya sewa mobil.

Proses evaluasi ini ditargetkan rampung pada Oktober mendatang agar angka pasti kebutuhan anggaran dapat segera ditetapkan.

Baca Juga:  Banggai Menggelegar di Wadokai Day Series III, Sabet 43 Medali dan Gelar Bergengsi Best of the Best!

Bonus Atlet Tetap Aman

Meski penghematan ketat diberlakukan pada pos operasional, Amirudin memastikan hak dan penghargaan bagi para atlet berprestasi tidak akan dipangkas sedikit pun.

“Bonus itu hukumnya wajib. Medali emas Rp25 juta, perak Rp10 juta, dan perunggu Rp7 juta. Ini tidak boleh dikurangi,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekretaris KONI Banggai, Sugiarto Djanun, memaparkan bahwa draf awal usulan anggaran kontingen mencakup biaya operasional sebesar Rp6,71 miliar dan alokasi bonus sebesar Rp2,93 miliar.

Sehingga total pengajuan mencapai Rp9,64 miliar. Anggaran inilah yang saat ini sedang disisir ulang oleh Pemkab Banggai. *

-->