LUWUK TIMES, Banggai – Konflik seputar aktivitas tambang nikel di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, memanas.
Namun, di tengah aksi penyampaian aspirasi masyarakat, pimpinan PT Merpati Pratama Sukses bersama aparat keamanan tegas meminta agar blokade terhadap jalur logistik perusahaan segera dibuka total. Hal itu demi alasan kemanusiaan.
Pernyataan menohok tersebut disampaikan langsung oleh Manager Operasional PT Merpati Pratama Sukses, Ferdi, dalam Rapat Pembahasan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang berlangsung di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai, Senin (20/07/2026).
“Silakan demo dan sampaikan aspirasi. Tapi kami mohon, jangan menahan logistik. Biarkan kami lewat. Ini menyangkut kemanusiaan,” tegas Ferdi di hadapan para peserta rapat.
Ferdi menegaskan bahwa pihak perusahaan tidak pernah menutup mata terhadap keluhan masyarakat. PT Merpati Pratama Sukses telah berkali-kali membuka ruang dialog untuk mencari jalan keluar bersama.
Perusahaan telah menggelar 2 hingga 3 kali pertemuan untuk menampung seluruh aspirasi warga.
Alokasi dana kompensasi dampak debu sebenarnya sudah disiapkan dan ditawarkan oleh perusahaan, meski hingga saat ini belum mencapai angka kesepakatan akhir dengan warga.
Oleh karena itu, Ferdi memohon agar jalur pasokan logistik tidak lagi disandera sembari proses musyawarah terus berjalan.
“Operasi logistik jangan dipalang. Biarkan lewat, kita bisa duduk bersama membahasnya baik-baik,” imbaunya.
Sikap tegas perusahaan mendapat dukungan penuh dari unsur Forkopimda dan aparat keamanan yang hadir dalam rapat pimpinan Asisten I Setdakab Banggai, Mujiono tersebut.
Mewakili Kapolresta Banggai, Kabag Ops Kompol Zulkifli memperingatkan bahwa tindakan memblokade bahan pokok dan logistik pekerja tidak hanya melanggar etika kemanusiaan, tetapi juga berisiko menyeret pelaku ke ranah hukum.
“Distribusi logistik jangan ditahan! Masyarakat memang punya hak menyampaikan pendapat di muka umum. Tapi tolong pemalangan dibuka. Mereka yang di dalam juga manusia. Aksi penahanan ini berpotensi masuk ranah hukum,” ujar Kompol Zulkifli tegas.
Senada dengan hal tersebut, Danramil Pagimana Peltu Yanto Balubi turut mengetuk hati nurani warga agar segera menghentikan aksi pemalangan jalur logistik.
“Jangan ditahan, kasihan. Mereka juga manusia yang butuh makan dan memenuhi kebutuhan dasar,” tutur Yanto.
Rapat koordinasi yang turut dihadiri Kajari Banggai Akbar, Camat Pagimana Wahyudin Sangkota, BPD, hingga perwakilan warga Desa Siuna ini diharapkan menjadi titik balik berhentinya aksi pemalangan logistik.
Termasuk membuka jalan tengah yang saling menguntungkan bagi warga maupun operasional tambang. *
Sofyan Labolo
