Advertising

Pekik Merdeka dari Atas Perbukitan Siuna, Saat Deru Mesin dan Tawa Karyawan Menyatu di HUT RI ke-81

Sofyan
Para karyawan PT BPSP
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Pagimana — Di atas perbukitan Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, angin sore bertiup menyapu lelah para pekerja tambang dan operasional. Namun, tak seperti hari biasa yang didominasi riuh mesin berat dan deru kendaraan operasional, halaman camp PT Bumi Persada Surya Pratama (BPSP) mendadak penuh sesak oleh gelak tawa, sorak-sorai, dan semangat kebersamaan.

Sejak Kamis hingga Minggu (13–16 Agustus 2026), tempat ini berubah menjadi arena perayaan.

Semarak HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 tak hanya milik warga perkotaan, di pelosok Kabupaten Banggai, rasa nasionalisme itu membumbung tinggi lewat deretan perlombaan internal yang mempertemukan PT BPSP dengan para kontraktor serta vendor mitranya, seperti Kitami, TMI, LDR, hingga HBP.

Baca Juga:  Tiga Tahun Hirup Debu Tambang, Warga Siuna Malah Dikriminalisasi, Dosa PT ABM Berkedok Bantuan Basi

Setiap sudut camp menyimpan cerita keseruannya masing-masing. Ada ketegangan manis saat papan domino dipukul ke meja, kelincahan jemari di layar ponsel saat perlombaan game online, hingga peluh yang mengucur deras di lapangan futsal dan tenis meja.

Kehadiran instruktur Zumba dari Kota Luwuk semakin menghidupkan suasana, membawa ketukan musik energik yang melelehkan kecanggokan antardivisi.

Bagi para pekerja di perbukitan Siuna, momen empat hari ini adalah oase di tengah rutinitas lapangan yang padat.

“Bukan cuma futsal atau tenis meja, ada domino, game online, sampai Zumba buat selingan,” ujar Anto, seorang pengemudi kendaraan operasional Light Vehicle (LV), berdua bersama Husin, petugas keamanan yang tak henti mengulas senyum usai acara pada Minggu sore.

Bagi mereka, trofi atau hadiah uang tunai yang disiapkan panitia hanyalah bonus. Kemenangan sejati terletak pada hadirnya rasa kekeluargaan yang kian erat.

Di tempat ini di antara barisan mobil double cabin dan medan kerja yang tangguh, sekat antarperusahaan lebur. Sopir, petugas keamanan, staf teknis, hingga mitra kerja melebur dalam gelombang sportivitas yang sama.

Peringatan kemerdekaan tahun ini akhirnya tak sekadar meninggalkan jejak keringat dan piala.

Ia meniupkan angin segar, memperkuat tali silaturahmi, dan menyisakan kenangan manis bahwa di puncak bukit Siuna, kebersamaan adalah fondasi terkuat untuk terus melangkah maju. *