LUWUK TIMES, Banggai Kepulauan – Proyek rekonstruksi jalan ruas Sabang – Baas, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), tengah dikebut pelaksanaanya.
Sumber dana proyek jalan Sabang -Baas berasal dari APBD 1 Sulteng tahun 2026 – 2027. Proyek dengan skema kontrak tahun jamak atau multi years contract (MYC) ini bernilai kontrak Rp. 52.369.508.910.
Proyek itu dikerjakan oleh PT Belawa Maha Karya. Dengan waktu kerja 600 hari kalender, yakni mulai 8 April 2026.
Ruas jalan Sabang-Baas di Bulagi Utara, Bangkep merupakan satu diantara belasan jalan utama di Sulteng yang direkonstruksi pemerintah provinsi (pemprov) Sulteng.
Tahun 2026 pemprov Sulteng dibawah kepemimpinan Dr. H Anwar Hafid – dr Reny Lamadjido, lewat program andalan “Berani Lancar” akan membenahi 57 ruas jalan dan 10 jembatan di 12 kabupaten se Sulteng.
Dua belas kabupaten itu diantaranya, Buol, Tolitoli, Donggala, Sigi, Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-Una, Morowali, Morowali Utara, Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.
Program Berani Lancar tahun 2026, difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
Nilai anggaranya untuk membuka keterisoliran wilayah Sulteng yang disiapkan di tahun 2026 cukup fantastik, yaitu mencapai Rp.604,8 miliar.
Bila konektivitas antar kabupaten di Sulteng terbuka dan kualitasnya baik, maka distribusi orang dan barang akan makin cepat dan murah. Ujung-ujungnya ekonomi warga akan ikut “terdongkrak” naik.
Jalan Sabang – Baas yang kini tengah dibenahi Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Sulteng, merupakan jalur penting di Pulau Peling.
Ruas Sabang-Baas akan jadi penghubung Kecamatan Bulagi Utara dengan kota Salakan, ibu kota Kabupaten Bangkep. Begitu pula dengan Tataba kecamatan Buko dan kawasan wisata Paisupok, Desa Luk Panenteng, Bulagi Utara yang akhir-akhir ini viral dan mendunia.
Hasil pantauan media ini di lapangan menyebutkan, pelaksanaan rekontruksi jalan Sabang-Baas sepanjang 12 km yang ditangani PT Belawa Maha Karya, terlihat berjalan baik.
Beberapa item pekerjaan yang sudah nampak adalah pekerjaan lapis pondasi agregat (LPA), pekerjaan pasang batu dan pembuatan talud. Di poganda pekerjaan talud sekitar 200 meter telah berdiri. Hampir semua pekerjaan pasang batu dan talud menggunakan batu gunung.
