Rekonstruksi Jalan Sabang-Baas, Menyibak Keterisoliran dan Mendongkrak Pariwisata di Banggai Kepulauan

oleh -46 Dilihat
oleh
Rekonstruksi jalan Sabang-Baas Kabupaten Banggai Kepulauan. (Foto Istimewa)

Pengawas PT Belawa Maha Karya Sumitro, saat dikonfirmasi Sabtu (25/07/2026) menjelaskan, fokus kegiatan saat ini adalah pada pekerjaan LPA dan pekerjaan pasang batu dan pekerjaan talud.

Disinggung soal penggunaan batu gunung untuk pekerjaan talud yang dianggap sebagian masyarakat, kualitasnya rendah, ia menjawabnya.

Menurut Sumitro, hampir semua proyek jalan dan bangunan di Kabupaten Bangkep mengunakan batu gunung bukan batu kali.

Sebab, di Bangkep tidak ada batu kali yang tersedia hanya batu gunung. Batu kali sangat sulit diperoleh. Adapun batu gunung yang dipakai dipilih kualitas yang baik (keras).

“Batu gunung yang kami gunakan kualitasnya bagus. Karena saat kami breaker dengan menggunakan alat berat batu itu sulit pecah. Dari hasil breaker itulah batu yang kami gunakan untuk pembuatan talud dan pekerjaan batu lainya,” tukas Sumitro.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) Ir. I Made Rai Drestamusa, S.T, menjelaskan, jalan ruas Sabang – Baas, merupakan proyek dengan kontrak tahun jamak atau yang lebih dikenal multi years contract (MYC).

Proyek ini akan dilaksanakan dua tahun dari tahun 2026 sampai 2027. Atau 600 hari kalender. Saat ini pekerjaan berjalan lancar sesuai dengan schedule yang telah kamu tetapkan.

“Kami harapkan ruas Sabang – Baas sepanjang 12 Km, dengan nilai kontrak Rp.52 miliar lebih. Progresnya pada akhir Desember 2026 bisa di atas 50 persen. Paling tidak, pekerjaan pengaspalan bisa 6 Km ditambah item pekerjaan lain” jelas Made Rai.

Disinggung soal kualitas pekerjaan terkait penggunaan batu gunung bukan batu kali, Made Rai mengaku sudah melihat langsung pekerjaan talud di Poganda yang menggunakan batu gunung.

Menurut Made selaku PPK jalan Sabang – Baas, tidak ada masalah. Sebab batu gunung yang dipakai untuk talud kualitasnya bagus dan sangat keras. Saat di breaker dengan alat berat batunya susah pecah.

Made Rai, tidak menampik pada pekerjaan batu atau talud masih pekerjaan yang terlihat belum rapih, masih terlihat ada celah. Tetapi setelah diplester nanti celah itu akan tertutup dan jadi rapih.

“Pekerjaan jalan ruas Sabang – Baas, akan kami plototi item demi item, agar kualitasnya baik dan rapih. Nantinya semua material dan pekerjaan aspal akan diuji lab agar bisa mendapatkan kepastian hasilnya,” jelas Made Rai.

Setiyo Utomo