Berbagai kalangan di Luwuk Kabupaten Banggai, nama Agus Damalante, S.E., bukanlah sosok yang asing. Ia bertangan dingin dalam menghidupkan berbagai komunitas
Sofyan Labolo / Luwuk Times
AGUS DAMALANTE bersiap menggelar sebuah agenda besar yang sarat akan nostalgia.
Sebagai nakhoda Ikatan Alumni STM Negeri Luwuk, Agus sedang meramu sebuah momentum penting.
Ia memanggil kembali seluruh lulusan sekolah teknik tersebut untuk pulang dan bersua dalam sebuah ajang silaturahmi akbar.
Langkah awal menuju helatan besar itu mulai dimatangkan. Senin (15/6/2026) malam, kediaman Agus mendadak riuh.
Sejumlah alumni berkumpul, duduk melingkar dalam sebuah rapat koordinasi.
Di sela-sela obrolan hangat dan kepulan asap kopi, rencana besar untuk tahun depan mulai terumuskan dengan matang.
Panggung Megah di Hotel Berbintang
Meski acara utama direncanakan bergulir tahun depan, panitia tidak ingin setengah-setengah dalam menyambut para alumni.
Tolok ukur kemegahan acara ini sudah terlihat dari pemilihan lokasi.
Tak tanggung-tanggung, tiga hotel berbintang di Kota Luwuk kini tengah dibidik sebagai calon saksi sejarah bertemunya kembali para mantan siswa STM tersebut.
Bagi Agus, kemasan acara yang apik dan tempat yang representatif adalah bentuk penghormatan bagi seluruh alumni yang telah tersebar di berbagai penjuru.
”Ajang silaturahmi ini adalah tempat di mana rasa persaudaraan kita tumbuh dan saling menjaga,” ujar Agus penuh harap.
Dari Ruang Kelas hingga Menjadi Penggerak Roda Ekonomi
Alasan Reuni Diprediksi Semarak
Seiring berjalannya waktu, para alumni STM Negeri Luwuk kini telah bertransformasi menjadi sosok-sosok penting di berbagai lini.
Banyak di antara mereka yang telah sukses meniti karier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), pengusaha, hingga mengabdi sebagai anggota TNI dan Polri.
Sebagian dari mereka kini merantau dan menduduki posisi strategis di luar daerah, sementara sebagian lainnya tetap memilih bertahan dan membangun tanah kelahiran.
Agus Damalante adalah salah satu buktinya.
Pria yang kini sukses menjadi pengusaha di tanah kelahirannya sendiri ini berharap, perbedaan jarak dan profesi saat ini tidak menjadi sekat untuk kembali duduk bersama.
Melalui momentum ini, Agus mengetuk pintu hati seluruh alumni STM Negeri Luwuk, di mana pun mereka berada saat ini, untuk meluangkan waktu dan hadir.
Sebab, esensi dari reuni ini bukan sekadar pamer kesuksesan, melainkan tentang mengingat kembali dari mana fondasi persaudaraan mereka bermula. *

