Ketua Pengkab Akuatik Banggai Kecewa Cabor Renang Dihapus dari Seleksi O2SN 2026

oleh -107 Dilihat
oleh
Momentum pada kejurprov Berani Berenang 2026 Sulawesi Tengah. (Foto Pengkab Akuatik Banggai untuk Luwuk Times)

LUWUK TIMES, Banggai – Ketua Pengkab Akuatik Banggai, Barbara Mahargiani Langelo, menyatakan kekecewaannya atas keputusan tidak dipertandingkannya cabang olahraga renang atau akuatik pada seleksi tingkat kabupaten dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD dan SMP Tahun 2026 di Kabupaten Banggai.

Menurut Barbara kepada Luwuk Times, Jumat 12 Juni 2026, O2SN merupakan salah satu wadah penting untuk menjaring dan melihat potensi bibit-bibit atlet renang yang nantinya dapat dibina dan dikembangkan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Saya selaku Ketua Pengkab Akuatik merasa kecewa dengan keputusan penghapusan cabang olahraga renang dari seleksi kabupaten O2SN SD dan SMP tahun 2026. O2SN juga merupakan ajang di mana kita bisa melihat dan menemukan bibit-bibit atlet renang yang berpotensi untuk dibina,” ujarnya.

O2SN merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap tahun dengan sistem seleksi berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

Secara nasional, O2SN tahun ini mempertandingkan enam cabang olahraga, yakni bulutangkis, atletik, renang atau akuatik, pencak silat, senam lantai, dan panjat tebing.

Namun, di Kabupaten Banggai, seleksi untuk tiga cabang olahraga tidak dapat dilaksanakan, yaitu renang atau akuatik, senam lantai, dan panjat tebing.

Keputusan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan efisiensi anggaran.

Meski demikian, alasan tersebut memunculkan kekecewaan dari sejumlah pegiat olahraga, khususnya pada cabang-cabang yang tidak diikutsertakan dalam seleksi tingkat kabupaten.

Barbara menilai, absennya cabang renang dalam seleksi O2SN dapat mengurangi kesempatan para pelajar yang memiliki bakat di bidang akuatik untuk menunjukkan kemampuan mereka serta memperoleh jalur pembinaan menuju tingkat yang lebih tinggi.

“Kami berharap ke depan ada perhatian yang lebih besar terhadap seluruh cabang olahraga yang masuk dalam agenda resmi O2SN, sehingga proses pencarian dan pembinaan atlet usia dini dapat berjalan maksimal,” tutupnya. *

Sofyan Labolo