Muhammad Fahmil Burhan Latara masih berusia 13 tahun. Namun setumpuk prestasi telah ia torehkan. Fahmil telah membawa nama Kabupaten Banggai berkibar di panggung internasional.
BOCAH kelahiran Luwuk, 23 Desember 2013 itu membuktikan bahwa mimpi besar bisa lahir dari daerah. Bahkan tumbuh melalui kerja keras, disiplin, serta doa yang tak pernah putus.
Tepuk tangan membahana ketika Fahmil memastikan diri meraih Juara III pada ajang bergengsi 2nd STIGA ASEAN Table Tennis Championship Challenge 2026.
Di tengah persaingan ketat melawan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara Asia Tenggara, putra Banggai itu mampu melangkah hingga babak semifinal. Ia pun menorehkan prestasi yang membanggakan Indonesia.
Namun, pencapaian itu bukanlah hasil yang datang dalam semalam.
Di balik medali yang kini menghiasi perjalanan kariernya, tersimpan kisah panjang tentang latihan, pengorbanan, dan dukungan keluarga yang tak pernah surut.
Fahmil pertama kali mengenal tenis meja saat berusia sekitar 10 tahun. Dari sekadar mengikuti kegemaran sang ayah, H. Burhan Latara, kecintaannya terhadap olahraga ini tumbuh menjadi tekad untuk menjadi yang terbaik.
Bakatnya mulai terlihat ketika berlatih di SSC (Sudarto Sport Center) Banggai.
Melihat potensi besar yang dimiliki sang anak, kedua orang tuanya tak ragu memberikan dukungan penuh.
Latihan demi latihan dijalani, bahkan Fahmil mendapatkan pembinaan tambahan secara privat di rumah.
Perjalanan itu kemudian berlanjut ke Kota Palu. Selama kurang lebih dua tahun, Fahmil ditempa melalui berbagai program latihan yang lebih intensif.
Tidak berhenti di sana. Ia juga berkesempatan menimba pengalaman di sejumlah klub tenis meja di Jakarta selama sekitar satu tahun.
Jarak yang jauh dari kampung halaman, waktu yang tersita, serta biaya yang tidak sedikit menjadi bagian dari perjuangan yang harus dilalui keluarga. Namun semua pengorbanan itu perlahan terbayar.
Prestasi Demi Prestasi Mulai Berdatangan
Mulai dari juara pada berbagai kejuaraan tingkat daerah hingga nasional, Fahmil menunjukkan perkembangan yang luar biasa.
Salah satu pencapaian pentingnya adalah meraih Juara I Liga IPL U-13 Zona Banten sebanyak tiga kali berturut-turut.
Prestasi itulah yang kemudian membuka jalan menuju kompetisi tingkat ASEAN.
Di kejuaraan STIGA ASEAN 2026, Fahmil tampil penuh percaya diri.
Dengan semangat juang tinggi dan teknik yang terus terasah, ia mampu menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai negara peserta.
Ketika akhirnya langkahnya terhenti di semifinal dan memastikan posisi Juara III ASEAN, bukan hanya dirinya yang berbahagia.
Kebanggaan itu juga dirasakan keluarga, para pelatih, SSC Banggai, Club King’s, PTMSI Kabupaten Banggai, hingga masyarakat Sulawesi Tengah yang selama ini mengikuti perkembangan kariernya.
Prestasi Fahmil menjadi bukti bahwa anak-anak daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing di level internasional.

