Usia boleh terus bertambah. Namun kobaran semangat di atas lapangan hijau tak pernah padam. Di tengah riuk-pikuk Turnamen Mini Soccer Antar-ASN Kabupaten Banggai, ada satu sosok veteran yang kehadirannya selalu memencet tombol nostalgia sekaligus memetik decak kagum penonton. Dialah Alfian Djibran.
Sofyan Labolo – Luwuk Times
DI saat rekan seangkatannya memilih menyaksikan pertandingan dari tribun kehormatan, sosok ASN senior ini justru tetap memilih mengikat tali sepatu bola dan beradu taktik di atas rumput.
Mengenakan jersei bernomor punggung 18, nomor keramat yang terinspirasi dari striker legendaris Jerman, Jürgen Klinsmann, Alfian membuktikan bahwa kecintaan terhadap si kulit bundar tak mengenal kata pensiun.
Menjaga Tradisi Sejak 1991
Kisah cinta Alfian dengan sepak bola di lingkup Pemerintahan Kabupaten Banggai bukanlah cerita kemarin sore.
Jejaknya membentang panjang sejak tahun 1991, persis setelah ia menuntaskan studinya di APDN Ujung Pandang (sekarang Makassar) dan memulai pengabdian sebagai Abdi Negara.
Sejak saat itu, setiap kali turnamen antar-instansi atau OPD digelar, baik dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Banggai, HUT Kemerdekaan RI, maupun HUT Korpri, nama Alfian Djibran hampir tak pernah absen dari lembar daftar pemain.
Ke mana pun tugas kedinasan membawanya, baik di tingkat kecamatan maupun dinas/badan, jersei sepak bola selalu siap ia kenakan.
“Sepak bola bagi beliau bukan sekadar olahraga atau ajang melepas penat kerja, tapi sudah menjadi bagian dari jalan hidup,” tutur salah satu rekan sejawatnya di arena.
Dari Pemain Hingga Nahkoda PSSI Banggai
Kiprah Alfian di lapangan hijau tidak berhenti pada sekadar hobinya sebagai pemain.
Dedikasi, loyalitas, serta kepedulian tingginya terhadap kemajuan olahraga daerah mengantarkan Alfian dipercaya memegang pucuk pimpinan tertinggi organisasi sepak bola lokal.
Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua PSSI Kabupaten Banggai sekaligus Ketua Persibal Banggai dalam kurun waktu yang cukup lama.
Di bawah kepemimpinannya, ia merawat ekosistem sepak bola Banggai agar tetap hidup dan bergairah, membina pemain muda sembari tetap menjaga semangat kompetisi di tingkat lokal.
Kolektor Prestasi dan Penggerak IKAPTK
Bukan sekadar pelengkap tim, kehadiran Alfian di lapangan sering kali menjadi penentu kemenangan.
Rekam jejak prestasinya di kompetisi lokal cukup mentereng. Ia sukses memimpin Ketapang FC merengkuh gelar juara turnamen futsal.
Termasuk membawa sederet tim OPD yang dibelanya berbicara banyak di papan atas kompetisi, mulai dari Disperkimtan, Setda Banggai, Kecamatan Luwuk, hingga Kesbangpol.
Kini, di ajang mini soccer terbaru, sang pemain senior kembali beraksi membela panji IKAPTK Banggai.
Gerak-geriknya mungkin tak selincah dekade 90-an. Namun visi bermain, ketenangan, dan karismanya sebagai nomor 18 masih menjadi ancaman bagi lawan sekaligus penyemangat bagi rekan-rekan setimnya yang jauh lebih muda.
Alfian Djibran adalah bukti nyata bahwa loyalitas pada profesi sebagai ASN dapat berjalan seiring dengan kecintaan abadi pada dunia olahraga.
Di setiap usapan keringat dan deru napasnya di lapangan, ia terus menginspirasi generasi muda Banggai.
Yang intinya selama jantung masih berdetak, si kulit bundar akan selalu punya tempat untuk dicintai. *
