Luwuk Times, Luwuk — Kontingen Kabupaten Banggai mulai memanaskan mesin menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah.
Lewat rapat perdana yang dipimpin langsung oleh Ketua Kontingen sekaligus Sekda Banggai, Moh. Ramli Tongko, persiapan matang dan efisiensi skuad menjadi fokus utama demi mempertahankan takhta juara umum.
Rapat strategis yang berlangsung Senin (14/09/2026) ini turut dihadiri Kadispora Banggai Moh. Yora Ntoi, Sekretaris Umum KONI Banggai Sugiarto Djanun, serta jajaran pengurus dan personel kontingen.
Saat ini, Banggai menempati urutan ketiga dengan jumlah pendaftar terbanyak, berada di bawah Kota Palu dan tuan rumah Morowali.
“Palu dan Morowali terbanyak. Kita sekitar 500-an peserta. Itu masih data sementara,” ungkap Sekum KONI Banggai, Sugiarto Djanun.
Sugiarto menegaskan, sesuai arahan Ketua Umum KONI H. Amirudin, Tim 9 akan merestrukturisasi kembali komposisi personel.
Fokus utamanya adalah efisiensi, membawa atlet yang benar-benar berpotensi menyumbang medali, bukan sekadar meramaikan kontingen.
“Kita ambil contoh cabor atletik saat ikutan kejuaraan di Jateng. Hanya kirim 7 atlet, tapi bisa bawa pulang 5 medali dan tembus peringkat ke-5. Tidak perlu rombongan besar, yang penting panen medali,” tegas Sugiarto.
Pada Porprov IX Sulteng 2022 lalu di Kabupaten Banggai, daetah ini keluar sebagai juara umum dengan raihan 80 medali emas. Untuk edisi kali ini, target realistis dipatok di angka 60 hingga 70 medali emas.
Keyakinan ini disokong oleh kesiapan sejumlah cabor andalan.
Diantaranya cabor renang (Kolam dan OWS), KONI Banggai pasang target dengan mengunci 15 hingga 20 medali emas.
Cabor unggulan lain, seperti Sepak bola (lewat pembinaan SSB Persibal dan Nambo), bola voli (modal emas Popda), bulu tangkis, Perbakin, karate, hingga tenis meja.
Dari 27 cabang olahraga yang dipertandingkan, Banggai dipastikan tampil di 26 cabor.
Terkait Training Center (TC), KONI tengah menyesuaikan dengan kondisi anggaran.
Kendati demikian, opsi TC singkat tetap diprioritaskan, melengkapi beberapa cabor yang sudah menginisiasi TC mandiri seperti atletik dan cabor beladiri.
Guna memastikan kenyamanan para atlet selama berlaga di Morowali, Sugiarto akan turun langsung meninjau lokasi pemusatan dan mematangkan koordinasi dengan Liaison Officer (LO) yang difasilitasi dua OPD Kabupaten Morowali.
Selain itu, seluruh atlet yang terdaftar dipastikan akan diakomodasi ke dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Tak hanya mengincar podium tertinggi, Kontingen Banggai juga memasang target tinggi pada transparansi anggaran.
“Selain sukses prestasi, kita harus sukses pertanggungjawaban keuangan. Istilahnya harus WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Kita sudah berpengalaman dalam hal kelengkapan administrasi dan tata kelola keuangan,” tutup Sugiarto optimis. *









