LUWUK TIMES, PAGIMANA — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, mulai berdampak serius pada lonjakan harga di tingkat pengecer. Warga kini harus merogoh kocek jauh lebih dalam akibat harga jual yang kian mencekik.
Berdasarkan penelusuran di lapangan pada Senin (14/09/2026), sejumlah pedagang eceran memanfaatkan situasi ini dengan menjual Pertalite jauh di atas harga normal.
Harga Pertalite eceran melambung hingga Rp15.000 per liter. Bahkan untuk botol kemasan isi 1,5 liter, harganya dipatok mencapai Rp25.000.
Kondisi meresahkan ini merupakan imbas dari dihentikannya penyaluran Pertalite di Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) Pagimana secara sementara.
Sanksi pembinaan tersebut dijatuhkan langsung oleh PT Pertamina Patra Niaga.
Akibat penghentian pasokan ini, masyarakat kesulitan mendapatkan Pertalite. Celah kelangkaan tersebut kemudian dimanfaatkan oleh oknum pengecer untuk melipatgandakan keuntungan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa sebagian pengecer sengaja berburu Pertalite hingga ke SPBU di luar wilayah Pagimana, lalu menjualnya kembali di Pagimana dengan harga setinggi langit.
Situasi ini menuai sorotan tajam dari warga setempat. Masyarakat mendesak Pemerintah Kecamatan Pagimana dan Polsek Pagimana turun tangan melakukan pengawasan ketat serta menertibkan praktik spekulasi harga eceran tersebut.
Warga juga meminta aparat menindak tegas jika ada dugaan oknum yang mengambil Pertalite dari APMS lokal untuk dijual kembali ke masyarakat dengan harga fantastis.
Masyarakat berharap masalah kelangkaan dan permainan harga ini segera mendapat solusi konkret dari pihak berwenang agar distribusi kembali normal dan tidak semakin membebani ekonomi warga.
Reporter: Anto Yasin















