Advertising

Example floating
Example floating

Sabu Hantam Anak Muda di Banggai, BKPRMI: Masjid Harus Jadi Benteng Pertahanan

Sofyan
Angga Saputra
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

Luwuk Times, Banggai — Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Kabupaten Banggai kini berada pada titik yang mengkhawatirkan. Generasi muda yang seharusnya menjadi tumpuan masa depan daerah justru kian rentan terjerat lingkaran hitam peredaran barang haram tersebut.

Kondisi darurat ini memantik keprihatinan mendalam dari Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Banggai.

IMG-20260829-WA0006

Ketua DPD BKPRMI Banggai, Angga Saputra, S.Kom., menegaskan bahwa ancaman narkoba saat ini bukan lagi sekadar persoalan pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman nyata bagi masa depan keluarga dan struktur sosial masyarakat.

Baca Juga:  Gebyar Pentas Seni G-BOM Bakal Guncang Luwuk Kabupaten Banggai

“Kita sangat prihatin melihat narkoba semakin gencar menyasar anak-anak muda. Jangan sampai generasi yang seharusnya menjadi penerus bangsa justru kehilangan masa depan mereka hanya karena barang haram ini,” tegas Angga dengan nada prihatin.

Fenomena yang lebih memprihatinkan, lanjut Angga, adalah menguatnya dugaan bahwa anak-anak muda tidak hanya dijebak sebagai pengguna, tetapi juga dimanfaatkan sebagai pengedar maupun perantara (kurir).

Praktek perekrutan generasi muda oleh jaringan pemfakta ini dianggap sebagai sinyal berbahaya yang harus segera diputus.

BKPRMI Banggai mendesak aparat penegak hukum untuk tidak ragu bertindak tegas dan membabat habis jaringan peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya, khususnya menyasar para bandar besar yang menumbalkan anak-anak muda Banggai.

Baca Juga:  Dorong Media Lokal Naik Kelas, PWB Bekali Anggota Teknik Pengelolaan Website Berita

Kendati demikian, Angga mengingatkan bahwa penindakan hukum semata tidak akan cukup untuk menuntaskan masalah.

Perang melawan narkoba membutuhkan pendekatan holistik melalui pendidikan, pembinaan keagamaan, kegiatan olahraga, hingga pemberdayaan ekonomi kepemudaan.

Secara khusus, ia menyoroti peran strategis rumah ibadah sebagai ruang aman bagi pemuda.

“Masjid harus hadir sebagai salah satu benteng utama untuk menyelamatkan generasi muda. Kita perlu membuka ruang seluas-luasnya bagi anak-anak muda Banggai untuk berkegiatan, berkarya, berorganisasi, sekaligus memperkuat keimanan mereka agar tak gampang terjerumus,” tambahnya.

Baca Juga:  Hangatnya Markas PWB: Dari Onyop Bareng hingga Pencerahan Jurnalistik Bersama Mas Yo

Menutup pernyataannya, BKPRMI memanggil seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, tokoh agama, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga organisasi kepemudaan, untuk bersatu memukul mundur ancaman narkoba melalui gerakan pencegahan masif dari tingkat bawah.

“Jangan tunggu sampai anak atau kerabat kita sendiri yang menjadi korban baru kita sibuk bergerak. Pencegahan harus dimulai detik ini juga dari rumah, masjid, sekolah, dan lingkungan sekitar. Mari bersama selamatkan masa depan generasi muda Banggai!” tutupnya. *

Editor Sofyan Labolo

-->