Kabupaten Banggai kembali kedatangan tamu. Dia adalah Asisten Deputi Koordinasi Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber dari Kemenko Polkam.
DERU mesin pesawat yang mendarat di Bandara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk Selatan, Selasa siang (16/6/2026), membawa sebuah agenda penting bagi masa depan digital Kabupaten Banggai.
Langkah kaki Budi Eko Pratomo hari itu bukan sekadar kunjungan kerja biasa.
Ia datang dengan sebuah misi, memotret dari dekat bagaimana sebuah daerah di Sulawesi Tengah mengelola “otak” digitalnya.
Di bawah langit Kota Luwuk, kedatangan Budi disambut hangat oleh Asisten Administrasi Umum Setda Banggai, Nurdjalal.
Kepala Dinas Kominfo, Statistik, dan Persandian (DKISP) Banggai, Lesmana P. Kulab juga hadir.
Jabat tangan erat di bandara itu menjadi pembuka dari rangkaian agenda besar yang dijadwalkan bergulir keesokan harinya, Rabu (17/6/2026).
Target utamanya adalah sebuah ruangan penuh layar yang menjadi pusat kendali daerah, Banggai Command Center.
Di ruang pusat kendali yang terletak di Kantor Bupati Banggai inilah, seluruh data, layanan publik, dan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) bermuara.
Namun, di era di mana transformasi digital bergerak secepat kilat, kemudahan teknologi selalu berjalan beriringan dengan risiko yang mengintai di dunia maya. Di sinilah peran penting Kemenko Polkam masuk.
Kunjungan Budi Eko Pratomo bukan hanya untuk melihat estetika deretan layar monitor yang menyala.
Tapi ia datang untuk memetakan risiko, membaca tantangan, dan mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan untuk memperkuat benteng pertahanan siber pada sistem elektronik pemerintah daerah.
Pertemuan antara pusat dan daerah ini pada akhirnya menjadi ruang dialog yang hidup.
Bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan wadah saling tukar pikiran demi menghimpun masukan strategis.
Dari balik meja koordinasi di Banggai ini, butir-butir rekomendasi kebijakan nasional untuk penguatan keamanan siber sedang dirumuskan.
Kabupaten Banggai sedang bersiap melangkah lebih jauh dalam digitalisasi.
Bahkan memastikan bahwa seluruh data serta layanan masyarakat di dalamnya tetap aman adalah harga mati yang tak bisa ditawar. *
Sumber DKISP Banggai dan diolah Redaksi Luwuk Times

