LUWUK TIMES – Sekretaris KONI Banggai, Sugiarto Djanun, menyoroti kesiapan sarana pendukung jelang pelaksanaan Porprov X Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali. Khususnya terkait minimnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) daerah tuan rumah.
Hal itu ia sampaikan saat mengikuti rapat Chef de Mission (CDM) tahap pertama yang berlangsung pada 5 hingga 7 Mei 2026 Kabupaten Morowali.
Menurutnya, salah satu agenda penting dalam rapat tersebut yakni pemantapan pedoman umum dan technical handbook seluruh cabang olahraga.
Saat ini, kata dia kepada Luwuk Times, Sabtu (09/05/2026), seluruh dokumen sudah tersedia dalam bentuk file digital. Dan tinggal menunggu proses pencetakan buku untuk segera dibagikan ke seluruh kabupaten/kota peserta.
“Alhamdulillah semua technical handbook sudah ada dalam bentuk file. Tidak ada perubahan lagi dengan hasil cetakan nantinya,” ujar Sugiarto.
Tinjau Venue Pertandingan
Selain itu, peserta CDM juga melakukan peninjauan langsung terhadap venue pertandingan dan sarana prasarana penunjang Porprov Morowali. Ia mengaku optimistis seluruh venue akan selesai tepat waktu.
“Kalau kita bandingkan kunjungan kami sekitar satu setengah tahun lalu yang masih sebatas gambaran dan model. Tapi sekarang progres pembangunan venue sudah mencapai 70 sampai 80 persen. Targetnya rampung sebelum Oktober,” jelasnya.
Dalam rapat tersebut, KONI Banggai juga mengikuti bimbingan teknis sistem pendaftaran online atlet dan official yang melibatkan tim IT dari seluruh kabupaten/kota peserta.
Launching Maskot dan Logo Porprov X
Sugiarto menjelaskan, agenda launching maskot dan logo Porprov X yang semula terjadwalkan pada 7 Mei. Tapi akhirnya undur menjadi 12 Mei 2026. Itu karena Gubernur Sulawesi Tengah ingin hadir langsung.
Sementara pada jadwal sebelumnya terdapat agenda kunjungan Kejaksaan Agung bersama Forkopimda.
Pada malam launching nanti juga akan ada penyerahan bantuan kendaraan operasional dari KONI Sulteng kepada tujuh kabupaten/kota. Termasuk Kabupaten Banggai.
“Alhamdulillah Banggai termasuk salah satu daerah yang akan menerima secara simbolis kunci mobil operasional tersebut,” katanya.
Kesiapan SPBU Morowali
Namun yang paling menjadi perhatian Sugiarto dalam forum CDM adalah persoalan kesiapan fasilitas umum. Terutama SPBU yang belum memadai menghadapi lonjakan kendaraan saat Porprov berlangsung.
Ia memperkirakan sedikitnya lebih dari 600 kendaraan operasional dari 12 kabupaten/kota akan masuk ke Morowali selama pelaksanaan Porprov.
“Kalau satu daerah membawa sekitar 50 kendaraan, maka totalnya bisa lebih dari 600 kendaraan. Sementara SPBU masih sangat terbatas,” ujarnya.
Karena itu, ia menyarankan panitia besar bekerja sama dengan Pertamina dan stakeholder, terkait menyiapkan rest area khusus kendaraan operasional Porprov yang dilengkapi mobil tangki dan nosel pengisian BBM.
“Saya mengusulkan agar ada rest area khusus kendaraan berlogo Porprov. Sehingga kebutuhan solar maupun pertalite kendaraan operasional kabupaten/kota bisa terpenuhi dan tidak menumpuk pada satu SPBU,” tegasnya.
Liaison Officer Peserta
Tak hanya itu, Sugiarto juga meminta panitia segera menetapkan Liaison Officer (LO) penghubung untuk masing-masing daerah peserta. Agar koordinasi teknis dan nonteknis, terutama terkait pemondokan atlet, dapat segera dilakukan.
Ia bahkan menyarankan sistem pembagian pemondokan berbasis kelurahan agar distribusi konsumsi dan koordinasi kontingen tidak saling bertabrakan.
“Karena ada enam kelurahan di Morowali, idealnya satu kelurahan hanya menampung dua kabupaten/kota agar titik koordinasi lebih teratur,” terangnya.
Selain SPBU dan pemondokan, Sugiarto turut menyoroti kebutuhan fasilitas ATM dan layanan perbankan selama Porprov berlangsung.
Menurutnya, transaksi saat ini mayoritas dilakukan secara online sehingga keberadaan ATM menjadi kebutuhan penting bagi seluruh kontingen.
“Kalau membawa uang tunai dalam jumlah besar tentu sangat berisiko. Karena itu kesiapan ATM dan layanan bank juga harus menjadi perhatian,” tandasnya. *
Sofyan Labolo














