Askab PSSI Banggai Masih Bungkam, Insiden Hadianto Rasyid Cup 2026 di Nambo Berujung Laporan Polisi

oleh -35 Dilihat
oleh
Askab PSSI Banggai

LUWUK TIMES – Insiden yang mencoreng pelaksanaan turnamen Hadianto Rasyid Cup 2026 di Nambo berbuntut panjang.

Hingga kini, Askab PSSI Banggai masih memilih bungkam terkait dugaan pemukulan terhadap pemain Tim Pongkeari Batui yang terjadi saat pertandingan berlangsung.

Akibat insiden tersebut, Tim Pongkeari Batui resmi menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian.

Mereka mengaku keberatan atas tindakan yang diduga dilakukan penonton terhadap pemain mereka hingga mengalami cedera.

“Kami sangat menyayangkan ini terjadi dan menimpa dua pemain kami sampai cedera,” ujar Sugianto Adjadar usai membuka laporan polisi.

Tak hanya melapor ke aparat penegak hukum, Tim Pongkeari Batui juga mengadukan persoalan itu ke Askab PSSI Banggai sebagai organisasi yang membawahi sepak bola di daerah ini.

“Kami juga telah melaporkan ke Askab PSSI Banggai,” katanya.

Pihak tim mendesak Askab PSSI Banggai maupun Asprov PSSI Sulawesi Tengah agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan turnamen, khususnya terkait standar operasional prosedur (SOP) pengamanan pertandingan.

Menurut mereka, insiden tersebut tidak boleh dianggap sepele. Itu karena telah mencoreng citra sepak bola Kabupaten Banggai dan menimbulkan kerugian bagi pemain.

Meski desakan publik mulai menguat, Askab PSSI Banggai hingga kini belum memberikan pernyataan resmi.

Sikap diam itu pun menuai sorotan, terlebih sebelumnya Sekretaris Askab PSSI Banggai, Adhi Lambesia, sempat menyampaikan akan memberikan penjelasan terkait kekisruhan yang terjadi.

“Bisa buat berita, terkait kekisruan sepak bola di Hadianto Cup di Nambo,” kata Adhi, Sabtu (09/05/2026) malam.

Namun hingga Minggu (10/05/2026), pernyataan resmi tersebut belum juga ia sampaikan kepada publik.

Situasi ini membuat publik menanti langkah tegas Askab PSSI Banggai dalam menyikapi insiden yang mencederai sportivitas dan keamanan dalam dunia sepak bola daerah. *

Sofyan Labolo