Insiden Pemain Pada Hadianto Rasyid Cup di Nambo, Pongkeari Batui Tempuh Jalur Hukum dan Lapor ke Askab PSSI Banggai

oleh -153 Dilihat
oleh
Managemen tim Pongkeari membuka laporan polisi

LUWUK TIMES – Managemen tim Pongkeari menyayangkan insiden dugaan kontak fisik oleh salah seorang suporter terhadap pemain Pongkeari Batui pada laga Hadianto Rasyid Cup 2026 di Nambo.

“Kami sangat menyayangkan ini terjadi dan menimpa dua pemain kami sampai cedera,” Kata Sugianto Adjadar, Sabtu 9 Mei 2026.

Sugianto Mengatakan, atas kejadian tersebut pihaknya telah melaporkan insiden ini kepada pihak berwenang.

Baca Juga:  Berbekal Jiwa Bushido dan Usaha Mandiri, Tiga Dojo INKANAS Banggai Kirim Pasukan Terbaik ke Poso

“Kami telah membuat laporan secara resmi ke Polres Banggai dan Askab PSSI Banggai,” ucapnya.

Menurutnya, pihak kepolisian harus memeriksa dan memproses pihak panitia. Termasuk dugaan pelaku yang melakukan kontak fisik maupun penganiayaan terhadap pemain Pongkeari Batui.

“Laporan ini kami buat sebagai bahan evaluasi dan efek jera. Sehingga kasus ini tidak berulang. Sekaligus untuk menghindari hal yang tidak di inginkan. Apalagi sampai membias ke kelompok-kelompok masyarakat,” ungkap Sugianto.

Baca Juga:  KONI Banggai Apresiasi Cabor yang Aktif Kirim Atlet ke Kejuaraan, Sugiarto Djanun Sebut Peta Kekuatan Mulai Terlihat

Tim Pongkeari Batui juga mendesak Ketua Askab PSSI Banggai dan Asprov PSSI Sulawesi Tengah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan turnamen.

Khususnya terkait standar operasional prosedur (SOP) pengamanan pertandingan.

“Apabila ada SOP yang tidak dijalankan, maka harus ada tindakan tegas. Termasuk pemberhentian terhadap turnamen dan panitia bertanggung jawab,” tegasnya.

Baca Juga:  Tatap Porprov Sulteng X, Pertina Banggai Siap 'Bakusikat' di Donggala Boxing Camp

Sugianto berharap, aduan dan pelaporan ini bisa segera ditindak lanjuti demi keamanan dan ketertiban kelompok masyarakat.

“Kami menghimbau bagi pendukung dan seluruh masyarakat kecamatan Batui untuk tidak terprovokasi. Karena hal ini telah menjadi perhatian aparat penegak hukum dan Askab PSSI,” tutup Sugianto. *