Gubernur Anwar Hafid Minta Dayung Dilombakan di Porprov Sulteng ke X

oleh -211 Dilihat
oleh

LUWUK TIMES— Satu tahapan menuju pekan olahraga provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) ke-X tahun 2026 di Morowali terlampaui. Tahapan itu adalah meeting chief de mission (CDM 1) lazim disebut rapat pimpinan delegasi-kontingen bersama pengurus provinsi (pengprov) cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan atau dilombakan, serta kegiatan bimbingan teknis (bimtek) peserta Porprov Sulteng ke-X.

Dari 13 KONI kabupaten/kota yang ada di Sulteng, KONI kabupaten Banggai Laut (Balut) absen.

Sekretaris KONI kabupaten Banggai, Sugiarto Djanun, saat diminta tanggapannya terkait pelaksanaan meeting chief de mission (CDM 1) di Morowali 5-6 Mei lalu, mengatakan, rapat CDM 1 berlangsung lancar dan sukses.

Semua agenda CDM berhasil “dibedah” tuntas. Mulai dari pedoman umum pelaksanaan Porprov Sulteng ke-X, mutasi atlet, sampai penyempurnaan administrasi technical handbook (THN) dapat disepakati bersama.

Demikian halnya soal pendaftaran atlet yang akan menggunakan sistem digital (IT) dapat diwujudkan.

Peserta CDM pun berkesempatan untuk meninjau 27 venue, guna memastikan kesiapan venue yang akan digunakan untuk pertandingan atau perlombaan.

“Dari 27 venue cabor yang akan dipakai pertandingan atau perlombaan, progres pembangunannya cukup signifikan. Bahkan ada venue yang mendekati finishing,” kata Sugiarto.

Diantara sederet agenda kegiatan, yang harus tertunda adalah launching (peluncuran) “Si Jonga” maskot (logo) Porprov Sulteng ke-X.

“Harusnya Si Jonga sudah di launching Gubernur Sulteng H Anwar Hafid pada 7 Mei 2026. Karena sesuatu dan lain hal. Launching baru akan dilakukan pada 12 Mei 2026,” terang Sugiarto Djanun.

Sementara itu, tim teknis Porprov Sulteng ke-X, Muhamad Warsita menjelaskan, dua agenda penting yang berhasil dilaksanakan panitia besar Porprov Sulteng, KONI Sulteng dan KONI Morowali selalu tuan rumah Poprov, adalah kegiatan meeting CDM dan bimbingan teknis kepesertaan.

Kegiatan CDM dilaksanakan di hotel Soldadu. Sementara bimtek digelar di hotel grand Safanah.

Guna kelancaran dan keakuratan pelaksanaan Porprov Sulteng ke-X, nantinya pendaftaran peserta (atlet dan official) sudah menggunakan sistem information teknology (IT).

Prosedur pendaftaran dilakukan lewat daring lewat aplikasi yang telah disiapkan panitia. Tahapannya dimulai dari entry by sport (pendaftaran untuk nomor pertandingan yang diikuti), kemudian entry by number (pendaftaran jumlah peserta) dan entry by name (pendaftaran nama atlet).

Lewat sistem ini pendaftaran atlet akan terhimpun dan terintegrasi dengan data KONI provinsi Sulteng dan kabupaten/kota.

“Termasuk pengprov cabor yang melaksanakan kegiatan keolahragaan untuk dijadikan rujukan baik sistem pertandingan atau hasil pertandingan hingga dapat tersistem secara baik,” jelas Warsita.

Acara dilanjutkan dengan peninjauan venue yang tersebar pada beberapa tempat di Morowali.

Di Kota Terpadu Mandiri (KTM) ada 11 venue. diantaranya untuk Sepak Takraw, Petanque, Gateball, Bola Voli Indor, Bola Voli Pasir, Basket three on three, Basket five to five, Tae Kwon Do, Karate, kolam renang dan track motor dan MTB balap sepeda.

Di stadion mini Fonuasingko ada cabor  atletik, sepak bola, tinju kick boxing, pencak silat, mendui ada bulutangkis, Matano open water swimming, dayung, catur dan lari trail dan Gunung Kolono ada cabor Paralayang.

Opening ceremony (pembukaan) Porprov Sulteng ke-X direncanakan di Alun-Alun Rumah Jabatan (Rujab Bupati Morowali). Sekaligus ada arena untuk cabor balap motor road race dan balap sepeda kelas jalan raya, tenis lapangan dan panahan.

Warsita menambahkan, dua hari CDM dan Bimtek kepesertaan, banyak masukan dari technical delegate (TD) serta KONI kabupaten/kota kepada KONI Morowali selaku tuan rumah. Semua itu dengan harapan agar Porprov bisa sukses pelaksanaan dan sukses prestasi.

Apakah dua cabor (dayung dan lari trail) yang administrasinya masih bermasalah akan tetap dilombakan?

Warsita menampik untuk menjawab dan meminta untuk menanyakan kepada ketua Hendy Sagala, ketua Panwasrah.

Hendy Sagala, Ketua Panwasrah Porprov Sulteng ke-X kepada Luwuk Times menjelaskan, untuk lari trail permasalahanya sudah klir (selesai) dan bisa  dilombakan pada Porprov X di Morowali, November depan.

Alasan paling mendasar   asosiasi lari trail Indonesia (ALTI) Provinsi Sulteng, sudah dapat memenuhi syarat jumlah kepengurusan. Sementara untuk cabor dayung masih tarik ulur dan dinamis.

“Cabor dayung masih tanda tanya, apakah dilombakan atau tidak di Porprov Sulteng. Perkembangan untuk dayung masih dinamis dan kemungkinan ada opsi lain,” ujar Hendy Sagala.

Hendy Sagala mengatakan, Gubernur Sulteng, H Anwar Hafid, minta agar cabor dayung dilombakan.

Keinginan Anwar Hafid bukan tanpa alasan. Jika kita melihat sejarah perjalanan cabor dayung Sulteng, olahraga ini merupakan cabor olahraga yang paling konsisten memberikan kontribusi medali buat Sulteng di iven sebesar PON.

Fakta yang ada, berulang kali dayung jadi penyelamat muka Sulteng di pesta olahraga paling bergengsi Indonesia (PON).

Jamak adanya bila gubernur H Anwar Hafid meminta agar dayung sebagai olahraga  andalan Sulteng dilombakan di Porprov Morowali.

Idamsyah, pemerhati olahraga di Sulteng mengatakan, sejatinya, Sulteng merupakan gudangnya atlet dayung. Prestasi atlet dayung Sulteng bukan kaleng-kaleng. Prestasinya tidak semata di nasional, pada level internasional pun mereka mampu berprestasi.

Di era 90-an nama Jordan Youri Moula selalu menjadi headline berita nasional dan internasional. Generasi terkini Sulteng punya Rio Risky Darmawan peraih meraih medali emas Asian Games tahun 2018 di Palembang.

“Kalau akhirnya Gubernur Sulteng meminta agar cabor dayung  tetap melombakan, itu artinya gubernur paham dan mengikuti perkembangan olahraga. Sekaligus berharap akan keberlanjutan olahraga dayung,” kata Idamsyah menutup keteranganya. *

Setiyo Utomo