Close

Dari Lahan Tidur Menjadi Sumber Kehidupan, Sentuhan Hangat Ketua TP PKK Banggai untuk Petani Lamo

SofyanSofyan
Didampingi Kepala Dinas TPHP Kabupaten Banggai, Dr. Subhan Lanusi, M.P., Syamsuarni turun langsung menyapa dan merangkul Kelompok Tani Matuga binaan PT Panca Amara Utama (PAU), Rabu (23/9/2026).
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Banggai — Di tengah sejuknya udara Kelurahan Lamo, Kecamatan Batui Kabupaten Banggai, jemari para ibu dan petani tampak cekatan merawat hijau daun cabai, tomat, dan terung.

Lahan yang tadinya sunyi dan terabaikan, kini pelan-pelan mulai menumbuhkan harapan baru bagi dapur dan perekonomian warga.

Melihat potensi besar dari tanah-tanah yang sempat dibiarkan lelap, Ketua TP PKK Kabupaten Banggai, Dr. Ir. Hj. Syamsuarni, S.P., SE., MM, tergerak untuk mengetuk kesadaran masyarakat.

Didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai, Dr. Subhan Lanusi, M.P., Syamsuarni turun langsung menyapa dan merangkul Kelompok Tani Matuga binaan PT Panca Amara Utama (PAU), Rabu (23/9/2026).

Menghidupkan Tanah Tidur demi Dapur Warga

Bagi Syamsuarni, menyulap lahan tidur menjadi kebun tanaman harian bukan sekadar urusan bercocok tanam, melainkan tentang ketahanan keluarga.

Tanaman cepat panen seperti cabai, tomat, dan terung adalah jawaban langsung atas kebutuhan harian rumah tangga.

Guna memberi bukti nyata, ia mengajak jajaran pengurus TP PKK untuk memelopori pembukaan lahan percontohan.

Langkah ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi kelompok-kelompok masyarakat lainnya.

“Kalau masyarakat semangat, pasti Panca Amara Utama (PAU) juga semangat membantu,” ujar Syamsuarni dengan nada penuh dorongan dan kehangatan.

Ia pun menyarankan warga yang masih memiliki lahan kosong untuk saling merapat, membentuk kelompok tani, agar lebih mudah mendapatkan pembinaan maupun akses pendampingan dari perusahaan serta pemerintah.

Merawat Amanah, Menjaga Kepercayaan

Dalam tatap muka yang penuh kekeluargaan tersebut, Syamsuarni menyelipkan pesan jujur sekaligus menyentuh hati.

Mengingat komitmen berkelanjutan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT PAU, ia mengingatkan para petani agar menjaga setiap fasilitas dan peralatan pertanian yang dipercayakan kepada mereka.

Ia tak menampik rasa keprihatinannya atas dinamika di lapangan, di mana masih ada oknum penerima bantuan yang justru menjual alat kerja mereka. Bagi Syamsuarni, peralatan tersebut adalah ‘alat pancing’ jangka panjang, bukan sekadar komoditas sesaat.

“Kalau diberikan alat, jangan dijual, agar perusahaan terus melakukan bantuan,” pesannya tulus. Keberlanjutan dukungan, lanjutnya, sangat bergantung pada kejujuran dan keseriusan warga dalam merawat amanah tersebut.

Sinergi Pemerintah, Perusahaan, dan Petani

Senada dengan upaya pemberdayaan tersebut, Kepala Dinas TPHP Banggai, Subhan Lanusi, memberikan apresiasi atas komitmen PT PAU dan JOB Tomori yang dinilai responsif dalam mendampingi petani. PT PAU sendiri tercatat telah menyalurkan bantuan hingga empat kali dengan dukungan anggaran yang signifikan.

Langkah ini diperkuat melalui kegiatan Sekolah Lapang Hortikultura yang digelar PT PAU bersama Dinas TPHP. Program edukasi budidaya, pengelolaan tanah, hingga pengendalian hama ini tak hanya menyasar Lamo, tetapi juga melingkupi wilayah Kintom dan Nambo.

Perwakilan PT PAU, Novari, berharap hasil panen warga kelak tak hanya mencukupi kebutuhan meja makan keluarga, tetapi mampu menembus pasar luar daerah untuk mendongkrak pendapatan.

Perwakilan Manajemen PT PAU, Hadi Suprianto, menegaskan bahwa Sekolah Lapang hadir untuk membekali petani dengan keterampilan budidaya yang benar dan berkelanjutan dari hulu ke hilir.

Sinergi hangat antara pemerintah, perusahaan, dan keringat para petani ini diharapkan terus menjalar mengubah lahan tidur menjadi sumber kehidupan yang memakmurkan masyarakat Banggai secara berkelanjutan. *