Advertising

Example floating
Example floating

DPRD Banggai Cecar Isu Gaji Pegawai dan DBH, TAPD Pastikan Hak ASN-PPPK Aman

Sofyan
Ketua Komisi II DPRD Banggai, Irwanto Kulap
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Banggai – Suasana pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Banggai mendadak memanas.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banggai, Irwanto Kulap, melontarkan kritik pedas dan pertanyaan menohok terkait isu pemangkasan anggaran belanja pegawai serta penurunan drastis alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

IMG-20260829-WA0006

Dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banggai, Kamis (13/08/2026), Irwanto secara tegas mempertanyakan kebijakan pemangkasan anggaran senilai Rp3,8 miliar.

Baca Juga:  Menunggu Kepastian Angka dari Pusat, Rapat Banggar DPRD Banggai dan TAPD Diskors

Ia mengkhawatirkan dampak langsung dari efisiensi tersebut terhadap kesejahteraan para Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Pemangkasan Rp3,8 miliar ini menjadi pertanyaan besar kami di Banggar. Dilakukan melalui sektor apa? Apakah pengurangan Tunjangan Kinerja (Tukin) ASN, TPP PPPK penuh waktu, atau justru gaji PPPK paruh waktu?” cecar politisi Golkar tersebut dengan nada lugas.

Baca Juga:  Dugaan Sunat Honor Nakes Memanas, Komisi 1 DPRD Banggai Siap Semprot Kadinkes dan Kapuskesmas

“Saya berharap pemotongan hak pegawai tidak sampai terjadi. Lewat rapat Banggar inilah kita harus membongkar sumber pemangkasan tersebut secara transparan,” tambah politisi senior Banggai ini.

Soroti Selisih DBH Provinsi Hingga Rp41 Miliar

Baca Juga:  Bupati Banggai Terbitkan Surat Edaran Pengendalian LPG 3 Kg, Pelanggar Kena Sanksi

Tak hanya masalah belanja pegawai, perhatian serius Irwanto juga tertuju pada postur alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Provinsi Sulawesi Tengah.

Ia membeberkan perbandingan penganggaran antara APBD TA 2026 dan rancangan TA 2027 yang dinilainya berpotensi merugikan daerah jika tidak dikawal dengan cermat.

Pada APBD 2026, Pemkab Banggai berhasil mengantongi alokasi DBH sebesar Rp106 miliar.

-->