Duet AT-FM tak Mengenal Politik Balas Dendam

oleh -423 Kali Dibaca
Syafrudin Mahasuni

LUWUK, Luwuk Times.ID— Kompetisi Pilkada Banggai yang diikuti tiga kontestan, berlangsung cukup kompetitif. Hasilnya, rakyat dominan melegitimasi Amirudin Tamoreka-Furqanudin Masulili (AT-FM) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banggai.

Meskipun laga demokrasi berlangsung seru, tapi AT-FM yang menjadi pilihan rakyat Banggai dengan mengantongi 88.011 suara diyakini tidak mengenal istilah politik balas dendam.

Pendapat ini disampaikan fungsionaris Partai Persatuan Indonesia (PPP) Provinsi Sulawesi Tengah, Syafrudin Mahasuni kepada Luwuk Times, Kamis (04/03/2021).

Sudah menjadi sebuah kelaziman kata mantan Ketua DPC PPP Kabupaten Banggai ini bahwa fenomena pilkada hampir diseluruh wilayah terjadi irisan kepentingan politik.

“Itu bukan hal yang tabu. Sudah lazim,” kata mantan anggota DPRD Banggai dan mantan anggota DPRD Sulteng ini.

Menurut Pudin-sapaannya, AT-FM merupakan kolaborasi atau pasangan professional. Karena paduan antara sosok pengusaha sukses dan birokrat handal.

Sebagai pengusaha, tentu saja kata Pudin, AT dalam mengambil keputusan ketika resmi menjadi Banggai I, maka akan mengedepankan rasionalitas, integritas dan kredibilitas.

Begitu pula dengan FM sambung dia, sebagai teloran birokrat murni juga akan mengedepankan regulasi dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Masih segar di benak Pudin bahwa paslon AT-FM saat kampanye pilkada lalu menegaskan, tampilnya kedua figur ini dalam kontestasi pilkada Banggai utamanya menyangkut biaya politik, tanpa adanya backup pihak lain alias modal sendiri.

Dengan begitu tambah Pudin, AT-FM dalam menjalankan roda pemerintahan Kabupaten Banggai, tidak memiliki beban kepada pihak tertentu dalam hal penyandang dana.

Berangkat dari itulah sehingga Pudin meyakini bahwa stigma politik balas dendam, balas jasa dalam menjalankan visi dan misi AT-FM tidak akan terjadi. Sebaliknya, AT-FM akan lebih professional dalam mengemban amanah rakyat Banggai selama satu periode kedepan.

“AT-FM akan meletakan pondasi demokrasi yang berketuhanan dan berkeadilan. Dan insha Allah politik balas dendam atau balas jasa hal nomor sekian,” ucapnya. *

(yan)