Advertisement

Opini

Guru Sejarah Sebagai Motivator

884
×

Guru Sejarah Sebagai Motivator

Sebarkan artikel ini

Oleh: Ferdy Moidady

PELAJARAN sejarah dianggap sebagai kumpulan fakta kering dan membosankan bagi banyak siswa. Peta-peta kuno, tanggal-tanggal penting, dan silsilah kerajaan terkadang ‘sulit’ untuk dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.

Namun, jika dilihat dengan sudut pandang yang lebih dalam, pelajaran sejarah memiliki potensi besar untuk menjadi sumber inspirasi dan motivasi. Di tengah tantangan yang dihadapi oleh pendidikan saat ini, guru sejarah memiliki peran penting dalam mengubah pemahaman siswa terhadap mata pelajaran ini dan menjadikannya sebagai pembelajaran yang bermakna.

Di era modern ini, pelajaran sejarah seringkali disampaikan sebagai urutan peristiwa masa lalu tanpa memberikan konteks yang memadai. Namun, sejarah sejatinya mengandung cerita-cerita inspiratif tentang perjuangan manusia untuk kebenaran dan keadilan. Seperti yang pernah diucapkan oleh Nelson Mandela, “Pendidikan adalah senjata paling kuat yang dapat kita gunakan untuk mengubah dunia.”

Baca:  Sastra Sebagai Kritik

Guru sejarah memiliki peluang untuk menggeser fokus dari sekadar peristiwa menjadi nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa tersebut.

Salah satu tantangan dalam pengajaran sejarah adalah mengubahnya dari hafalan fakta menjadi kisah-kisah inspiratif. Guru sejarah yang mengambil peran sebagai motivator dapat menjadikan tokoh-tokoh bersejarah sebagai contoh teladan yang penuh semangat. Seperti yang dikatakan Helen Keller, “Karakter tidak bisa dikembangkan dalam ketenangan dan kenyamanan. Hanya melalui pengalaman kesulitan dan penderitaan kita dapat mengembangkan kekuatan karakter, visi, dan semangat.”

Misalnya, Mahatma Gandhi dalam memperjuangkan kebebasan India bukan hanya mengenai tanggal-tanggal penting, tetapi juga menggali semangat dan tekad yang memandu tindakannya.

Baca:  Dialektika Dosen Ilmuan di Media Sosial

Menghidupkan Semangat Melalui Narasi

Sejarah dapat lebih mudah dipahami melalui narasi yang menyentuh hati. Guru sejarah dapat menggunakan teknik storytelling untuk menjadikan pelajaran lebih menarik dan relevan bagi siswa.

Dengan menyampaikan cerita-cerita tentang keberanian Joan of Arc dalam memimpin pasukan atau tekad Martin Luther King Jr. dalam memperjuangkan hak asasi manusia, guru dapat menginspirasi siswa dengan nilai-nilai keberanian dan ketekunan.

Seperti kata Winston Churchill, “Kisah masa lalu adalah bukan akhir dari dunia, atau awal dari akhir, tetapi mungkin hanya permulaan dari yang sebenarnya.”