
Luwuk Times — Meski memiliki potensi di sektor perikanan, ternyata Kecamatan Balantak, Balantak Utata dan Balantak Selatan, Kabupaten Banggai belum menikmatinya.
Diketahui, kawasan Balantak atau Kepala Burung dikenal potensi sektor perikanannya. Itu karena berdekatan dengan Teluk Tomini dan berhadapan dengan Laut Maluku.
Hal itu diakibatkan infrastruktur pada sektor perikanan masih sangat terbatas. Salah satunya tempat pendaratan ikan (TPI) yang belum ada sampai saat ini.
“Belum ada. Tahun ini rencana di Balantak Utara. Tapi saya lihat sudah tidak ada lagi. Direlokasi (anggaran) ke kegiatan lain,” ujar Ketua Komisi II DPRD Banggai Sukri Djalumang pada Jumat (17/2/2023).
Menurut dia, potensi perikanan di wilayah Balantak cukup tinggi. Lantaran tidak memiliki TPI dan fasilitas pendukung, pendaratan ikan hanya dilakukan di pantai oleh nelayan yang pendataannya sulit dilakukan.
“Kita tidak punya fasilitas. Bahkan di Gorontalo pun dibongkar di sana. Kemarin 2023 ada anggarannya, tetapi di APBD ini sudah tidak ada,” katanya.
Sukri yang juga aleg dari Dapil III itu mengaku memang membangun TPI dan fasilitas pendukungnya membutuhkan anggaran yang tinggi. Namun, bisa diperoleh kembali melalui pendapatan asli daerah (PAD) ketika beroperasi nanti.
“TPI memang anggarannya besar. Di Bualemo sekarang juga rusak, tapi belum diperbaiki, Balantak tidak ada,” katanya.
Karena itu, Sukri Djalumang menilai, kedekatan Balantak dengan Teluk Tomini dan Laut Maluku belum dimaksimal oleh daerah untuk mendorong kesejahteraan nelayan maupun pendalatan daerah. *
Asn
Discussion about this post