Ini Dampak dari Kondisi Pelabuhan Tangkiang Banggai yang Memprihatinkan

oleh -1248 Dilihat
oleh
Kondisi Pelabuhan Tangkiang Kabupaten Banggai. (Foto Istimewa)

LUWUK TIMES – Sekalipun konsesi infrastruktur transportasi ini telah diserahkan kepada salah satu Badan Usaha Pelabuhan (BUP), namun tak membuat Pelabuhan Tangkiang Kabupaten Banggau berubah. Malah sebaliknya kondisinya semakin memprihatinkan.

Banyak dampak yang timbul dengan tak terurusnya sarana infrastruktur tersebut.

Lahan yang menjadi tempat penumpukan barang logistik serta kontainer pada Pelabuhan Tangkiang tak mengalami perubahan.

Malah warga setempat membandingkan, masih lebih baik lahan penumpukan sebelum adanya pengalihan pengelolaannya oleh KUPP Kelas II Luwuk ke PT PCNI sebagai BUP.

Begitu juga sebut Hamdan kepada Luwuk Times Kamis (09/10/2025), dengan tempat penumpukan kontainer yang menjadi pusat aktivitas kegiatan stufing dan striping bongkar muat.

Kondisinya sambung dia, belum teraspal maupun beton sebagaimana Pelabuhan Luwuk.

“Pada musim panas berdebu dan hujan berlumpur. Dan banyak kubangan,” ucapnya.

Sehingga itu berdampak lambatnya aktivitas kegiatan. Parahnya lagi banyak armada dan alat berat rusak.

Pengendara melintas pada jalan nasional terimbas aktivitas dari tempat penumpukan kontainer.

Belum lagi beberapa kasus terjadi, seperti miringnya armada pengangkut kontainer karena jalan rusak dan hampir menimpa para pekerja.

Saat ini ada empat perusahaan logistik ini pengguna Pelabuhan Tangkiang. Keempat perusahaan itu adalah Tanto, Meratus, Spill dan Themas.

Berbagai jenis barang diangkut dari Pulau Jawa. Lalu ditrunkan ke Pelabuhan Tangkiang. Dan berlanjut dengan proses pengangkutan kendaraan kontainer menuju Luwuk.

Hanya saja KUPP Kelas II Luwuk belum memberikan respons atas kondisi Pelabuhan Tangkiang.

Meskipun sudah berulang kali menjadi keluhan para pengguna jasa. *