
Iis pun putar otak melobi tim Forki Parigi Moutong. Dia pun resmi bergabung dengan mengusung tim Forki Parigi Moutong.
Karena talenta yang dipunyai Iis, ia pun tembus pada partai final kelas kumite -55 kg dengan merebut medali perak.
Ironisnya lanjut sumber, pada partai semifinal, Iis mengalahkan atlet Forki Banggai yang tidak lain adalah satu payung saat latihan.
Dikonfirmasi, pelatih tim Forki Banggai, Alan Nuary Abdussama menjelaskan bahwa itu meruapakan masalah tekhnis Bimpres dan Pelatih umumnya pengurus Forki Banggai.
Bahkan sebut Alan, bukan hanya Iis yang sukses meraih juara pada SIA namun tidak masuk dalam tim Forki Banggai dalam seleksi Sulteng Emas.
Sebab da 4 atlet lainnya juga tidak masuk dalam squad.
Khusus atlet atas nama Iis Indriani, setelah kegiatan seleksi SIA, tidak pernah sama sekali sempatkan ikut latihan program berjalan Forki Banggai.
Dan lagi pula atlet itu juga berkeinginan ikut berpatisipasi dalam kegiatan seleksi Sulteng Emas, sehingga numpang membawa nama Kabupaten Parigi Moutong.
“Ini masalah internal. Dan kami punya kriteria atlet untuk pembinaan. Bukan hanya juara saat ini,” ucap Alan. *
(yan)
Discussion about this post