
Pertanyaan itu penting ditekankan dengan tetap mempertimbangkan faktor epsilon seperti sipil versus non sipil, kembalinya semangat dwi fungsi orba versus spirit reformasi, ketersediaan stok pemimpin versus kelangkaan sumber daya, stabilitas versus instabilitas, atau kapabilitas kepemimpinan itu sendiri antara kemampuan sipil versus non sipil. Hal mana bertalian dengan pemilu serentak yang menyediakan 271 posisi kepala daerah pada 2022-2023.
Secara normatif kepala daerah jelas merupakan jabatan politik. Tugas-tugasnya bersentuhan dengan organisasi birokrasi pemerintahan di daerah. Orientasinya melayani masyarakat dengan perilaku Pamong. Cara pandangnya semua masyarakat baik sejauh seseorang tak membuktikan dirinya melanggar aturan. Berbeda doktrin militer, semua adalah musuh sampai seseorang mampu membuktikan dirinya sekutu. Kecemasan terbesar kita adalah mengubah orientasi pemimpin berlatar militer aktif saat tiba-tiba dipaksa bermigrasi ke ruang publik. Akan sama sulitnya memiliterkan sipil dan mensipilkan militer dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Keikursertaan militer dan polisi ke ranah publik kemungkinan disebabkan melimpahnya kelas perwira tinggi akibat kegagalan analisis jabatan & beban kerja. Di era Orba kita bisa menghitung jumlah jenderal dibanding kopral. Sekarang, terjadi surplus luar biasa yang meluber ke instansi sipil. Suka tak suka mesti dipikirkan bagaimana mereformasi komposisi keperwiraan di militer dan kepolisiaan dengan asumsi _world war zero._ Jika perbandingan jumlah aparat dengan yang dilindungi saja masih jauh dibawah rerata, bagaimana fungsi keamanan & pertahanan dapat diperkuat menghadapi _proxy & cyber war._
Memahami kesulitan itu, tentu saja pengisian penjabat kepala daerah dapat berasal dari basis organisasi birokrasi maupun organisasi sosial. Mengingat basis organisasi sosial (parpol dan ormas) telah di atur lewat _beleid_ pemilu dan pemilukada pada periode tertentu, maka fokus rekrutmen ideal untuk pengisian penjabat kepala daerah hanya mungkin lewat jalur organisasi birokrat sipil dan militer. Pertanyaan seksinya, basis mana dan bagaimana mekanisme pengisiannya dengan memperhatikan faktor-faktor epsilon di atas.
Discussion about this post