Oleh: Muhadam Labolo TELAH lama publik di Indonesia mempersoalkan, mengapa syarat pendidikan sebagai pejabat politik terlalu rendah. Menjadi anggota legislatif sampai presiden cukup SMU atau sederajat (UU 7/2017 Pemilu). Lebih SELENGKAPNYA
Tag: Muhadam Labolo
Mengubah Diri dalam Keterisolasian
Oleh: Muhadam Labolo IRAN dengan semua kekhasannya; keterisolasian ekonomi, keterasingannya dari Arab, serta keminoritasan dari Syiahnya kini eksis. Apa yang membuat Iran bisa bertahan lebih dari 30 hari berperang melawan SELENGKAPNYA
Mengubah Ketakutan Menjadi Kekuatan
Oleh: Muhadam Labolo HARI-hari ini, Iran hidup dalam tekanan dan berupaya menciptakan keseimbangan. Seakan apa yang dilakukan sejalan dengan prinsip Fisikawan Le Chatelier, bila sistem mengalami tekanan eksternal, Ia dengan SELENGKAPNYA
Pelajaran Pemerintahan dari Iran
Oleh: Muhadam Labolo KETIKA Iran memperlihatkan eksistensinya lewat strategi dan teknologi perang dihadapan Israel dan Amerika, dunia seakan bangun dari tidur panjang. Iran sekali lagi menegaskan peradabannya yang sunyi namun SELENGKAPNYA
Kemana Arah Pembangunan Pemerintahan?
Oleh: Muhadam Labolo DALAM pidato guru besarnya tahun 1997, Ryaas memberi judul speech nya, Pembangunan Pemerintahan Indonesia Memasuki Abad 21. Selain identik dengan Lucian Pye tentang Pembangunan Politik, Ia seakan SELENGKAPNYA
Mereplikasi Kampung Pancasila Kota Surabaya
Oleh: Muhadam Labolo KAMPUNG Pancasila, sebuah program yang dicanangkan Walikota Surabaya Eri Cahyadi untuk melembagakan Pancasila dalam hidup sehari-hari. Program ini dikendalikan oleh Kepala BPBD, Irvan Suryanto dengan melibatkan OPD SELENGKAPNYA
Kembalinya Ruang Birokrasi Sipil dan Reformasi Kepolisian
Oleh: Muhadam Labolo PUTUSAN MK No. 114 tanggal 13 November 2025 terkait pembatasan gerak polisi di ruang birokrasi sejatinya memberi angin segar bagi Aparatur Sipil Negara. Ruang itu rasanya telah SELENGKAPNYA
Fenomena Purbaya dan Realitas Sosial
Oleh: Muhadam Labolo KETIKA mayoritas anggota Kabinet Merah Putih (KMP) kehilangan kredibilitas karena persambungan rezim sebelumnya, publik kehilangan trust dan harapan tentang perubahan yang dinanti. Mereka butuh hero untuk merelaksasi SELENGKAPNYA
Strategi Daerah di Tengah Ancaman Turbulensi Fiskal
Oleh: Muhadam Labolo DAERAH sebagai akar tunjang pemerintah memasuki fase harap-harap cemas. Kecemasan lantaran renggangnya kepastian keuangan daerah pasca efisiensi ketat di 2026. DAU diasumsikan menyusut, DAK raib, DBH tak SELENGKAPNYA
Reformasi Birokrasi Jilid Dua
Oleh: Muhadam Labolo PELEMAHAN sistem pemerintahan kini tak hanya menyentuh organ strukturalnya, juga substansi dan kultur. Struktur menampilkan obesitas dengan gerbong birokrasi yang tambun dan panjang. Pemerintahan tampak lamban dalam SELENGKAPNYA
Mencegah Kebangkrutan Daerah Otonom
Oleh: Muhadam Labolo KOTA Yubari, setingkat pemerintah daerah/kota di Hokkaido, Jepang, dinyatakan bangkrut (2007). Menyusul Kyoto, sebuah kota kuno bersejarah yang mengalami krisis keuangan sejak 2022. Dua kota itu bergantung SELENGKAPNYA
Disosiasi dan Keruntuhan Pemerintahan Jadul
Oleh: Muhadam Labolo RELASI pemerintahan mengalami disosiasi. Semacam diskoneksitas antara pemerintah versus yang diperintah. Perasaan dan ingatan tentang pemerintahan yang baik lenyap. Diganti imaji korupsi, arogansi dan flexing. Setidaknya SELENGKAPNYA
Menghargai Suara Kita
Oleh: Muhadam Labolo KEMACETAN suara dalam ruang formal menyadarkan kita bahwa kekuatan arus bawah bisa menerjang tembok sekuat apapun. Apalagi bila wadah permeabilitas mengalami gangguan sebagai corong pertama sebelum tiba SELENGKAPNYA
Integritas, Harta Karun yang Hilang
Oleh: Muhadam Labolo KITA semakin yakin, bahwa kehilangan terbesar bangsa ini bukan kekayaan yang bersemayan dikandung-raganya, tapi integritas. Satu kekayaan nilai yang terkubur di benak dan lidah para elit, namun SELENGKAPNYA
Integritas Bangsaku, Renungan Kemerdekaan
Oleh: Muhadam Labolo 80 TAHUN kita lalui dengan klaim merdeka. Ekspresi heroik yang menegaskan bebas dari penjajahan. Nyatanya, penjajah itu tak pernah pergi. Ia hanya berganti kulit. Dulu putih, sekarang SELENGKAPNYA
Refleksi Kepemimpinan Pati yang Antipati
Oleh: Muhadam Labolo RESISTENSI Rakyat Pati terhadap kepala daerahnya kini berubah menjadi antipati. Sebabnya, sejak Sudewo menaikkan pajak 250% dan menantang 50 ribu pemegang daulat yang pernah mengamanahkan kuasa sebagai SELENGKAPNYA
Implikasi Putusan MK dan Rekayasa Operasional
Oleh: Muhadam Labolo PUTUSAN MK 135/2024 tentang pemisahan pemilu nasional dan daerah menimbulkan implikasi dilematis. Dilematis seperti Buah Simalakama. Dijalankan bertentangan dengan konstitusi, tak dijalankan pun bertentangan dengan prinsip hukum. SELENGKAPNYA
Menangkap Sinyal Masa Depan Sultim
Oleh: Muhadam Labolo PERNYATAAN dalam bentuk harapan dan doa Anwar Hafid (Gubernur Sulteng) pada Amiruddin Tamoreka (Bupati Banggai) untuk menjadi Gubernur Sulawesi Timur kedepan dalam acara Tabligh Akbar di Kecamatan SELENGKAPNYA
Menemukan Titik Temu Polemik Empat Pulau
Oleh: Muhadam Labolo POLEMIK 4 pulau antara Aceh dan Sumut terus memanas. Konfliknya terasa lebih vertikal. Sepintas, Pulau Panjang, Lipan, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek telah ditetapkan menjadi bagian administratif SELENGKAPNYA
Pendidikan yang Dikhianati
Oleh: Muhadam Labolo RANKING pendidikan kita memprihatinkan, bila tidak di sebut tertinggal atau terbelakang. Kelas menengah paham betul masalah ini. Menurut PISA (2022), sistem pendidikan kita bertengger diperingkat ke 6 SELENGKAPNYA
Populisme dan Lunturnya Pamor Birokrasi
Oleh: Muhadam Labolo Di Bumi Pasundan yang sarat makna dan sejarah, muncul sosok yang dielu-elukan. Ia bukan sekedar menjual prinsip, juga pesona. Seakan Gunung Tangkuban Perahu sedang mengirim pesan lewat SELENGKAPNYA
Ijazah dan Tanggungjawab Civitas Akademik
Oleh: Muhadam Labolo DALAM setahun ini, energi jagad raya diusik oleh ijazah. Publik hampir kelelahan menyusuri otentifikasinya. Apalagi yang di soal bukan orang biasa, mantan orang nomor satu di republik. SELENGKAPNYA
Mendudukkan Ormas Dalam Bingkai Bernegara
Oleh: Muhadam Labolo EKSISTENSI ormas kini mencemaskan, karenanya dipersoalkan. Masalahnya, ruang publik dihiasi premanisme atas nama ormas. Tentu tak semua ormas. Negara dinilai abai atas tindak-tanduknya yang menyerupai, bahkan melampaui SELENGKAPNYA
Toxic Mematikan Otonomi Daerah
Oleh: Muhadam Labolo GEJALA kegagalan otonomi daerah sebagai antibiotik terhadap sentralisasi orde baru kini telanjang terlihat. Ulang tahun otonomi daerah ke 29 hanya seremonial untuk mengingatkan daerah bahwa anda SELENGKAPNYA
Mitos Kelas dan Urusan Mengelola Negara
JAUH dimasa lalu, filosof Plato pernah mengingatkan bahwa berdusta semacam hak prerogatif pemerintah. Ia menganalogikan praktek itu seperti obat yang diberikan tabib dengan semua keunggulannya (Russell, 2024:152). Bisa dimaklumi bila SELENGKAPNYA
- 1
- 2
- 3
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

























