Puluhan Produk Herbal Buah Tangan Kelompok Binaan JOB Tomori Habis Terjual di FTL Luwuk

oleh -1183 Dilihat
oleh
Tiga personel Kalisbatan yang merupakan kelompok binaan JOB Tomori. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

LUWUK TIMES — Momentum Festival Teluk Lalong (FTL) Luwuk, tak dilewatkan begitu saja oleh kelompok Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan JOB Tomori.

Sejak pembukaan pameran bertajuk pasar ekonomi kreatif oleh Pemkab Banggai, Komunitas Herbalis Batui Selatan (Kalisbatan), sukses menarik minat para pengunjung.

Ada puluhan produk buah tangan Kalisbatan yang habis terjual.

Tak hanya karena isinya yang berkualitas sekaligus berkhasiat. Tapi kemasan cantik juga turut menambah daya pikat para konsumen.

“Iya, kemasannya sudah berubah. Kali ini lebih menarik. Selain khasiat herbal nya, juga kemasan cantik turut menambah daya pikat pembeli,” kata bagian pemasaran Kalisbatan, Madiana kepada Luwuk Times, bertempat stand JOB Tomori, kawasan Teluk Lalong, Kamis (06/11/2025).

Bagi para pecinta herbal kata bagian pemasaran Kalisbatan lainnya, Andi Satriani lebih cenderung memilih yang instan.

Baca Juga:  Program Kampung Iklim, JOB Tomori Dianugerahi Penghargaan Pendukung Proklim dari KLHK

“Karena setelah beli, langsung seduh. Dan khasiat nya pun bekerja,” katanya.

Dalam tenda stand pameran berukuran sekitar 2,5×2,5 meter itu, belum semua produk disiapkan kelompok binaan JOB Tomori itu.

Pasalnya, informasi yang mereka terima terkait dengan giat pameran FTL Luwuk terbilang mendadak.

“Saat ini ada 9 macam jenis herbal yang kami pajang. Untuk jenis keripik banyak. Cuma karena dadakan. Makanya kami bawah seadanya,” kata Bendahara Kalisbatan Nurdiana.

Stand pameran JOB Tomori pada Festival Teluk Lalong (FTL) Luwuk. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

Meski stok terbatas, namun banyak faedahnya.

“Alhamdulillah banyak pengunjungnya,” ucap Nurdiana bersyukur.

Adapun jenis produk herbal yang mereka siapkan meliputi, sari kunyit, sari temulawak, jatemku, sari komplit motulungi, sari buah mengkudu dan sari herbal temu putih.

Hingga H-1 penutupan pameran, sebanyak 44 produk yang terjual.

Bahkan para ibu ibu kreatif ini optimistis sampai dengan malam penutupan FTL, jumlah produk yang akan terjual bertambah.

Baca Juga:  SKK Migas Kunker ke Kementerian Perhubungan RI, Ini Agendanya

Pembeli

Ada yang menarik sore itu. Saat wawancara, salah seorang pengunjung, Aminah mengaku merasakan khasiat dari produk herbal buatan kelompok binaan JOB Tomori itu.

Ia pun membeli lagi, salah satu produk herbal.

Aminah memberi testimoni atas apa yang ia rasakan setelah meminumnya.

“Sebelumnya saya mengalami kecelakaan. Dada saya terasa sakit. Tapi setelah saya konsumsi sari kunyit, dada saya tidak lagi sesak saat bangun pagi,” ucapnya.

Produk herbal hasil binaan JOB Tomori yang dipajang pada FTL Luwuk. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

Makanya sambung Aminah, setelah merasakan khasiatnya, ia kembali membeli produk herbal itu.

Kalisbatan

Ada delapan kelompok yang tergabung dalam Kalisbatan.

Jumlah personel setiap kelompok nya cukup bervariasi. Mulai dari 10 sampai dengan 15 orang.

Adapun ke delapan kelompok itu masing-masing Indo Lorong dan Sipa Mase Mase (Bone Balantak).

Baca Juga:  Soal Perda Ketenagakerjaan, JOB Tomori Fasilitasi Sharing Session Disnaker Banggai dan Musi Banyuasin

Nafu Pakuli dan Cahaya Berkah (Sinorang), Cahaya Kasih dan posiangan (Paisubuloli).

Selain itu juga ada kelompok Sipatuo dan Sipatokkong.

Meski sudah mampu memproduksi bahkan melebarkan sayap pemasaran hingga luar Kabupaten Banggai, namun JOB Tomori terus melakukan pembinaan kepada kelompok tersebut.

Atas andil yang tak kecil itu, sehingga kelompok binaan mengapresiasi JOB Tomori yang telah memberikan kontribusi bantuan.

“Atas nama kelompok yang tergabung dalam Kalisbatan, kami mengucapkan terimakasih kepada JOB Tomori,” kata Nurdiana.

“JOB Tomori sangat membantu kami. Sehingga kami bisa membuat produk sekaligus pemasarannya. Dan itu sangat menopang ekonomi keluarga kami,” tambah Nurdiana.

Sementara itu, bidang pemasaran Kalisbatan mengaku, produk produk herbal tak hanya laku pada tingkatan lokal.

Akan tetapi merambah juga luar Kabupaten Banggai, yakni Gorontalo, Makassar dan Kabupaten Morowali. *