Saat Angin Merobek Atap, Kepedulian Datang Menyapa: Kisah Warga Desa Masing Bertahan di Tengah Badai

oleh -49 Dilihat
oleh
Bantuan Dinsos Banggai

LUWUK TIMES— Minggu siang itu (1/2/2026), langit di Desa Masing, Kecamatan Batui Selatan, seolah berubah wajah. Angin kencang datang tanpa ampun, disertai hujan yang mengguyur deras, meninggalkan jejak kecemasan di hati warga.

Atap-atap rumah beterbangan, tak mampu melawan kuatnya terjangan angin. Sebanyak 13 kepala keluarga harus menerima kenyataan pahit—rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung, seketika tak lagi utuh.

Meski tak ada korban jiwa, rasa waswas menyelimuti. Aktivitas warga terhenti. Malam terasa lebih panjang dari biasanya, diiringi kekhawatiran akan cuaca yang belum juga bersahabat.

Namun di tengah keterbatasan itu, harapan perlahan datang.

Baca Juga:  Melangkah Bersama Masyarakat, Kantor Pertanahan Banggai Perkuat Pelayanan Profesional dan Transparan

Bergerak Cepat

Pemerintah Kabupaten Banggai bergerak cepat. Melalui Dinas Sosial, tim langsung diterjunkan ke lokasi pada Senin pagi (2/2/2026) untuk memastikan kondisi warga terdampak.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Rudi K. Bullah, menegaskan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah asesmen guna melihat langsung kondisi di lapangan.

“Asesmen dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi warga serta tingkat kerusakan yang terjadi,” ujarnya.

Hasilnya, sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah warga. Kerusakan yang mungkin terlihat sederhana, namun bagi warga, itu berarti hilangnya rasa aman—terutama saat hujan kembali turun.

Tak menunggu lama, bantuan pun disalurkan. Pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WITA, logistik tiba di Desa Masing. Kehadirannya disambut hangat, seolah menjadi penawar dari lelah dan cemas yang dirasakan sejak sehari sebelumnya.

Baca Juga:  Kapal Karam di Perairan Mantoh Banggai, Seluruh Kru Selamat

Didampingi Kepala Desa, Ketua BPD, serta relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), bantuan diberikan langsung kepada warga yang terdampak—di antaranya Suhaeni, Darna, Jaklin, Harjudin, Samsul, Mustamin, hingga Sitimang dan lainnya.

Paket bantuan yang disalurkan berisi kebutuhan pokok: beras, minyak goreng, gula, teh, susu untuk berbagai usia, ikan kaleng, mie instan, hingga perlengkapan anak. Sederhana, namun sangat berarti di saat seperti ini.

Di balik setiap paket yang diterima, tersimpan rasa lega—bahwa mereka tidak sendiri menghadapi musibah ini.

Baca Juga:  Dinsos Banggai Monitoring Bantuan Sosial Kelembagaan 2024, Aiya Karim: Jika Disalahgunakan Kami Evaluasi

Bantuan itu mungkin tidak mampu mengembalikan atap yang hilang dalam sekejap, tetapi setidaknya mampu menguatkan hati, bahwa selalu ada tangan yang siap membantu saat dibutuhkan.

Pemerintah daerah pun mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa datang kapan saja.

Di Desa Masing, badai memang telah berlalu. Namun cerita tentang ketabahan, kebersamaan, dan kepedulian itu akan terus tinggal—menjadi pengingat bahwa di balik setiap musibah, selalu ada harapan yang menemukan jalannya. *

Editor Sofyan Labolo

No More Posts Available.

No more pages to load.