
PALU— Rusdy Mastura mengaku angka kemiskinan di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) masih sangat tinggi. Kondisi itu terjadi lantaran capaian fiskal daerah belum maksimal.
Pernyataan Gubernur Sulteng Rusdy itu ia sampaikan saat menerima kunjungan Wakil Ketua Komnas HAM RI, Aminuddin bertempat ruang kerjanya, Selasa (12/07/2022).
Ia berujar, dalam setahun kepemimpinan sebagai Gubernur Sulteng, baru mampu menurunkan angka kemiskinan 1 persen.
Penurunan angka kemiskinan yang belum signifikan itu melalui kerjasama penyaluran KUR kepada Masyarakat lewat BRI juga bantuan kepada masyarakat miskin sebesar Rp.1.000.000 setiap menjelang Hari Raya dengan alokasi anggaran Rp 29 miliar.
Gubernur Sulteng mengaku, saat ini kondisi fiskal daerah belum bagus. Sekalipun terjadi kenaikan 6 persen dari fiskal sebelumnya.
Akibatnya, angka warga miskin Sulawesi Tengah masih tinggi. Padahal daerah ini memiliki SDA (sumber daya alam) cukup berlimpah.
Gubernur Sulteng tak patah arang. Ia akan tetap berjuang untuk meningkatkan fiskal daerah melalui peningkatan DBH (dana bagi hasil) dan penguatan perusahaan daerah untuk mengelola potensi daerah ini sehingga Perusda dapat memberikan hasil dan menambah PAD. *
Biro Administrasi Pimpinan
Discussion about this post